Wall Street Menguat Usai Pertemuan The Fed

Antara, Jurnalis · Kamis 08 Juli 2021 07:09 WIB
https: img.okezone.com content 2021 07 08 278 2437258 wall-street-menguat-usai-pertemuan-the-fed-6eCYkwERCW.png Wall Street (Foto: Reuters)

The Fed telah berjanji untuk mempertahankan suku bunga acuannya tidak berubah pada level rekor terendah mendekati nol, sambil melanjutkan program pembelian asetnya setidaknya pada kecepatan saat ini sebesar 120 miliar dolar AS per bulan sampai pemulihan ekonomi membuat "kemajuan lebih lanjut yang substansial."

Para pejabat Fed setuju untuk terus menilai kemajuan ekonomi menuju target bank sentral dan mulai membahas rencana mereka untuk menyesuaikan jalur dan komposisi pembelian aset pada pertemuan mendatang, menurut risalah.

Baca juga: Wall Street dibuka naik pasca-rilis laporan ketenagakerjaan AS

"The Fed belum siap untuk melakukan tapering, dan bahkan kurang siap untuk menaikkan suku bunga fed fund. Namun demikian, keduanya dibahas dalam pertemuan Juni, dengan penekanan pada kedua diskusi untuk menjaga informasi publik," Chris Low, kepala ekonom di FHN Financial, mengatakan dalam sebuah catatan pada Rabu (7/7/2021).

Imbal hasil obligasi pemerintah beringsut lebih rendah setelah risalah Fed, sementara saham sebagian besar terangkat lebih tinggi.

Risalah tersebut mencerminkan Fed yang terpecah bergulat dengan risiko inflasi baru tetapi pengangguran masih relatif tinggi.

Setelah pertemuan dan pernyataan bulan lalu, investor mulai mengantisipasi Fed akan bergerak lebih cepat untuk melakukan pengetatan dari yang diperkirakan sebelumnya.

Wall Street telah mengkhawatirkan inflasi, dengan investor bergerak di antara saham-saham di bawah nilai intrinsiknya (value stocks) dan saham-saham pertumbuhan (growth stocks) ternama dalam beberapa sesi terakhir.

Sementara itu, regulator pasar China mengatakan telah mendenda sejumlah perusahaan-perusahaan internet termasuk Didi Global, Tencent dan Alibaba karena gagal melaporkan kesepakatan merger dan akuisisi sebelumnya untuk disetujui.

Saham Didi yang tercatat di AS anjlok 4,6 persen, menambah kemerosotan hampir 20 persen pada Selasa (6/7/2021).

(dni)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini