Karenanya, Mantan Bos Inter Milan itu menilai seyogyanya ada keseimbangan antara PMN dengan kontribusi BUMN. Misalnya, pada tahun 2020 mendatang nilai dana segar yang disuntik pemerintah mencapai 80%. Anggaran itu akan difokuskan untuk program restrukturisasi, penugasan dan pengembangan bisnis perusahaan.
"Kita bisa lihat untuk 2020-2024, tentu yang menarik sekarang kok dividen dan PMN-nya seimbang. Ada tiga catatan di sini bahwa nomor satu, banyak sekali penugasan yang diberikan kepada BUMN yang selama ini kalau dilihat dari PMN-nya itu untuk tahun 2022 saja adalah hampir 80%. Di mana, restrukturisasi 6,9%," ungkap Erick.
(Dani Jumadil Akhir)
Ekonomi Okezone menyajikan berita ekonomi terkini dan terpercaya. Dapatkan wawasan tentang tren pasar, kebijakan ekonomi, dan pergerakan finansial di Indonesia dan dunia.