IPO Bukalapak, Presdir: Ini Tonggak Sejarah

Aditya Pratama, Jurnalis · Jum'at 09 Juli 2021 11:10 WIB
https: img.okezone.com content 2021 07 09 278 2438034 ipo-bukalapak-presdir-ini-tonggak-sejarah-p0dXq2bdB2.jpg IPO Bukalapak (Foto: Shutterstock)

JAKARTA - Perusahaan e-commerce, PT Bukalapak.com Tbk hari ini melaksanakan paparan publik (public expose) dalam rangka penawaran umum saham perdana atau Initial Public Offering (IPO) di Bursa Efek Indonesia (BEI).

Dalam public expose tersebut, Bukalapak memperkenalkan jajaran komisaris dan direksinya. Terdapat beberapa tokoh dalam jajaran komisaris, seperti Presiden Komisaris sekaligus Komisaris Independen yaitu mantan Menteri Riset dan Teknologi, Bambang Permadi Soemantri Brodjonegoro dan juga putri Presiden ke-4 RI, Zannuba Arifah atau biasa dikenal dengan nama Yenny Wahid.

Di posisi direksi, Presiden Direktur dijabat oleh Muhammad Rachmat Kaimuddin, dan tiga direktur lainnya yaitu Teddy Nuryanto Oetomo, Willix Halim, dan Natalia Firmansyah.

Adapun bertindak sebagai Penjamin Pelaksana Emisi Efek Bukalapak yaitu Mandiri Sekuritas dan Buana Capital Sekuritas, serta sebagai Penjamin Emisi Bukalapak yaitu UBS Sekuritas Indonesia dan Mirae Asset Sekuritas Indonesia

Presiden Direktur Bukalapak, Muhammad Rachmat Kaimuddin mengatakan, IPO Bukalapak merupakan sebuah tonggak sejarah bagi industri teknologi dan pasar modal di Indonesia, dimana untuk pertama kalinya sebuah perusahaan startup teknologi unicorn akan mencatatkan sahamnya di Bursa Efek Indonesia dan sahamnya dapat dimiliki oleh masyarakat luas.

Baca Juga: Bukalapak Siap Melantai di Bursa, Tunjuk 4 underwriter

"Karena selama ini Bukalapak lebih dikenal sebagai aplikasi dan bukan sebagai perusahaan, jadi hari ini saya mohon izin untuk memperkenalkan PT Bukalapak.com Tbk," ujar Rachmat dalam public expose Bukalapak, Jumat (9/7/2021).

Rachmat menambahkan, Bukalapak didirikan 11 tahun lalu secara sederhana tetapi dengan mimpi dan visi yang besar walaupun dimulai dari kamar kost kecil dengan modal Rp80.000. Bukalapak didirikan dengan mimpi untuk memberdayakan Usaha Mikro Kecil Menengah (UMKM) melalui teknologi.

"Kami bermimpi setiap orang bisa punya akses jual beli yang adil dan merata, kami ingin membantu terciptanya affair economy for all," kata dia.

Bukalapak menyadari bahwa masalah yang dihadapi UMKM Indonesia itu sangat kompleks dan beragam, dimana banyak UMKM yang sulit berkembang karena tidak memiliki akses terhadap permodalan dan layanan jasa keuangan.

Baca Juga: Harga IPO Bukalapak Rp750-Rp850 per Saham, Incar Dana Segar Nyaris Rp22 Triliun

Selain itu, terdapat kendala logistik dan infrastruktur yang sering dihadapi oleh UMKM terutama di luar kota-kota besar yang membuat akses terhadap pasar, pelanggan, dan suplai menjadi tidak merata dan juga masih banyak UMKM yang belum tersentuh teknologi dan sistem manajemen yg modern sehingga mereka masih harus menjalankan usahanya secara tradisional.

"Itu lah masalah yang ingin kami pecahkan dan tantangan yang ingin kami atasi, bagaimana membuat teknologi siapa yang dapat mendorong UMKM naik kelas dan membantu melayani masyarakat yang saat ini belum terlayani," ucapnya.

"Kami ingin menciptakan solusi agar UMKM bisa mendapatkan akses terhadap layanan permodalan dan jasa keuangan agar UMKM dan masyarakat bisa mendapatkan akses pasar yang seluas-luasnya di manapun mereka berada, agar UMKM bisa menambah produk dan layanan mereka dengan mudah, dan agar UMKM bisa mengadopsi teknologi serta memiliki proses bisnis yang lebih baik," sambungnya.

Berikut jajaran Komisaris dan Direksi PT Bukalapak.com Tbk

Komisaris

Presiden Komisaris/Komisaris Independen: Bambang Permadi Soemantri Brodjonegoro

Komisaris Independen: Zannuba Arifah

Komisaris: RD Adi Wardhana Sariaatmadja

Komisaris: Lau Eng Boom

Komisaris: Zhang Lu

Direksi

Presiden Direktur: Muhammad Rachmat Kaimuddin

Direktur: Teddy Nuryanto Oetomo

Direktur: Willix Halim

Direktur: Natalia Firmansyah

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini