Bukalapak Catat Transaksi Rp85 Triliun dan Pendapatan Rp1,35 Triliun Jelang IPO

Aditya Pratama, Jurnalis · Jum'at 09 Juli 2021 12:24 WIB
https: img.okezone.com content 2021 07 09 278 2438074 bukalapak-catat-transaksi-rp85-triliun-dan-pendapatan-rp1-35-triliun-jelang-ipo-BMhJeoUUPM.jpg IPO Bukalapak (Foto: Shutterstock)

JAKARTA - Menjelang dilaksanakan penawaran umum saham perdana atau Initial Public Offering (IPO) di Bursa Efek Indonesia (BEI), PT Bukalapak.com Tbk menyampaikan kinerja perusahaan di tahun 2020.

Presiden Direktur Bukalapak, Muhammad Rachmat Kaimuddin mengatakan, dalam kurun waktu 11 tahun ini Bukalapak terus berevolusi, berkembang, dan berproses untuk memecahkan masalah pemberdayaan Usaha Mikro Kecil dan Menengah (UMKM) sekaligus mempercayai hasil akan mengikuti proses.

"Akhir tahun 2020 kami berhasil mencatatkan nilai transaksi sebesar 6 miliar dolar AS, sekitar Rp85 triliun atau sekitar 3,3 persen dari belanja APBN Indonesia di tahun 2020. Kami juga membukukan pendapatan sebesar sekitar 96 juta dolar AS atau Rp1,35 triliun," ujar Rachmat dalam public expose Bukalapak, Jumat (9/7/2021).

Baca Juga: IHSG Sesi I Menguat ke 6.041 Usai Pengumuman IPO Bukalapak

Rachmat menambahkan, Bukalapak juga menjadi penyedia layanan all- commerce terkemuka untuk masyarakat Indonesia terutama di luar kota besar, dimana 70 persen dari nilai transaksi Bukalapak datang dari luar kota tier 1 dan mempunyai lebih dari 100 juta register user.

"Tapi yang paling kami banggakan adalah di akhir tahun 2020 Bukalapak melayani 13,5 juta UMKM yang terdiri dari sekitar 6,5 juta pelapak online dan sekitar 7 juta UMKM Mitra Bukalapak yang merupakan jaringan mitra baru nomor satu di Indonesia," kata dia.

Dia menyebut, banyak pihak yang menyampaikan jika perusahaan teknologi ingin tumbuh lebih besar harus bakar uang yang lebih banyak, namun startup unicorn ini memiliki cara yang sedikit berbeda karena bertujuan untuk tumbuh sekaligus memperbaiki profitabilitas.

"Sementara nilai transaksi dan pendapatan kami terus tumbuh, di tahun 2020 kami berhasil memperbaiki posisi EBITDA kami dari minus Rp2,69 triliun di tahun sebelumnya menjadi minus Rp1,67 triliun, perbaikan lebih dari Rp1 triliun," ucapnya.

Baca Juga: IPO Bukalapak, Presdir: Ini Tonggak Sejarah

"Kami berusaha agar tren ini terus berlanjut sehingga kami dapat menjadi perusahaan yang menguntungkan dan berkelanjutan di masa depan," sambungnya.

Dalam kesempatan ini, Rachmat menyampaikan, pihaknya perlu meyakinkan masyarakat bahwa Bukalapak dapat terus tumbuh dan berkembang di masa depan. Dia menyampaikan beberapa hal yang menjadi keunggulan Perseroan dan menjadi alasan mengapa Bukalapak yakin dapat menjadi salah satu perusahaan terbuka yang terkemuka di Indonesia.

Keunggulan pertama, Bukalapak beroperasi dalam industri e-commerce dan ritel mikro offline Indonesia serta memiliki posisi yang baik untuk terus mengembangkan bisnis dalam peluang

Pasar yang menarik ini. Kedua, Bukalapak sebagai platform “All-Commerce” untuk inti dari consumer economy Indonesia, ketiga, kepemimpinan pasar di pasar ritel mikro offline, dengan model bisnis yang terbukti dan terukur, keempat, satu-satunya pemain “All-Commerce” dengan rekam jejak sukses dari inisiatif O2O.

"Kelima, komitmen yang kuat pada kepemimpinan teknologi, keenam, pertumbuhan yang menarik dan unit ekonomi yang kuat (melalui akuisisi pelanggan dan strategi monetisasi Perseroan yang sangat efisien), ketujuh, tim manajemen yang teruji dan didukung oleh pemegang saham dengan kepentingan strategis yang selaras, kedelapan, dampak sosial yang positif bagi mitra dan masyarakat," tuturnya.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini