Vaksin Covid-19 Berbayar Tidak Diperjualbelikan Secara Bebas dan Bukan Booster

Suparjo Ramalan, Jurnalis · Minggu 11 Juli 2021 15:06 WIB
https: img.okezone.com content 2021 07 11 320 2438937 vaksin-covid-19-berbayar-tidak-diperjualbelikan-secara-bebas-dan-bukan-booster-iWJj3XJsry.jpg Kimia Farma Fasilitas Vaksin Gotong Royong. (Foto: Okezone.com)

JAKARTA - PT Kimia Farma Tbk mendapat penugasan melaksanakan vaksinasi gotong royong individu bagi masyarakat. Vaksin Covid-19 ini pun dipastikan tidak diperjual belikan layaknya penjualan obat di apotek Kimia Farma.

Induk Holding BUMN Farmasi, PT Bio Farma (Persero) selaku pelaksanaan dan pengadaan vaksin Covid-19 mencatat, tugas Kimia Farma adalah melakukan layanan vaksinasi kepada masyarakat melalui klinik emiten yang sudah direkomendasikan.

Baca Juga: Vaksin Covid-19 Berbayar Rp879.140 Pakai Sinopharm

Meski, dalam pelaksanaan program tersebut bersifat berbayar, namun vaksin tidak diperjual belikan secara bebas. Bahkan, tidak bisa dipakai untuk booster atau vaksin ke-3 secara bebas yang dilakukan secara mandiri oleh masyarakat.

Juru Bicara Bio Farma Bambang Heriyanto menyebut, proses pelayanan vaksinasi gotong royong yang dilakukan Kimia Farma tetap mengacu pada Peraturan Menteri Kesehatan (Permenkes) Nomor 19 tahun 2021.

Baca Juga: Cara Daftar Vaksinasi Berbayar di 8 Klinik Kimia Farma

"Layanan vaksin gotong royong di fasilitas kesehatan yang ditunjuk, merujuk pada Permenkes Nomor 19 tahun 2021 di atas mas, jadi layanan pelaksanaan vaksinasi di klinik KF (Kimia Farma) dan bukan penjualan vaksin di apotik KF," ujar Bambang saat dihubungi MNC Portal Indonesia, Minggu (11/7/2021).

Bambang menilai, banyak masyarakat yang keliru dalam memahami pelayanan vaksinasi gotong royong di klinik Kimia Farma. Dimana, sebagian diantara mereka beranggapan jika vaksin bisa diperjual belikan melalui apotik emiten farmasi pelat merah itu.

"Banyak masyarakat yang salah mengerti, dikira sudah bisa beli vaksin GR (gotong royong) di Apotik KF, dan bisa dipakai booster," katanya.

Dia menegaskan, program vaksinasi tetap mengikuti program pemerintah, yang saat ini diutamakan untuk masyarakat agar memperoleh vaksinasi tahap 1 dan 2.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini