Vaksin Covid-19 Berbayar, Kimia Farma Siapkan 42 Ribu Dosis

Azhfar Muhammad, Jurnalis · Minggu 11 Juli 2021 17:42 WIB
https: img.okezone.com content 2021 07 11 320 2438981 vaksin-covid-19-berbayar-kimia-farma-siapkan-42-ribu-dosis-iSy2FSxptN.jpg Kimia Farma Fasilitas Vaksin Gotong Royong. (Foto: Okezone.com)

JAKARTA - Program vaksinasi gotong royong individu mulai dilakukan, guna menekan penyebaran kasus Covid-19 di Indonesia. Tujuan dilakukannya vaksin gotong royong individu untuk mempercepat dan membentuk herd immunity.

Plt Direktur Utama PT Kimia Farma Diagnostika Agus Chandra mengatakan, pihak PT.Kimia Farma bekerja sama dengan BUMN dan instansi terkait untu program vaksin individu sudah bisa dilakukan mulai besok Senin 12 Juli 2021.

"Untuk vaksin ini adalah perluasan program bagi individu dan kita akan buka di klinik Kimia Farma khusunya di Jawa dan Bali, sebagai opsi dari program vaksin gotong royong yang non perusahaan," kata Agus melalui konferensi virtual, Minggu (11/07/2021).

Baca Juga: Pakai Sinopharm, Kimia Farma: Vaksin Gotong Royong Tidak Boleh Sama dengan Program Pemerintah

Adapun program tersebut diatur dalam Permenkes No 19 Tahun 2021 tentang perluasan akses mengenai layanan program vaksinasi Covid-19.

"Kami gelontorkan sebanyak 42 ribu dosis dan bertahap nanti akan kita tambah sesuai ketersediaan yang ada, untuk vaksin gotong royong bertahap mulai dari 1.000 Dosis, 500 dosis dan saat ini baru ada 1.500 dosis," ujarnya.

Baca Juga: Vaksin Covid-19 Berbayar Tidak Diperjualbelikan Secara Bebas dan Bukan Booster

Untuk tahap pertama dirinya menyampaikan implementasinya akan dibuka di 8 titik di kawasan DKI Jakarta dan beberpa daerah seperti Solo, Semarang dan Bali.

"Masing-masing titik nanti kami akan menyediakan sebanyak 5 ribu dosis. Selain di klinik Kimia Farma, kita juga nanti akan menyediakan di titik strategis seperti di bandara dan masuk ke pusat perbelanjaan setelah PPKM dan kami mendekatkan diri kepada masyarakat," paparnya.

Sebagai catatan adapun vaksin yang digunakan dalam program vaksinasi mandiri ini menggunakan Sinopharm dan bersifat opsional tidak mewajibkan masyarakat.

"Dengan adanya demand kita membuka maka kami sebagai garda kesehatan nasional akan melayani bagi mereka yang belum mendapatkan vaksin," ujarnya.

Dengan adanya program vaksinasi mandiri ini pihak PT Kimia Farma berharap bisa mempercepat herd immunity di era pandemi dan bisa mempercepat pemulihan ekonomi.

"Kita siap akan menggelar program ini dimulai di 8 klinik 6 kota dan kita akan tambahkan seiring berjalan nya waktu dalam rangka pemerataan dan program pemerintah yaitu gotong royong yang diperluas dari 1,5 juta, 4 juta dan terus naik lagi di batch selanjutnya," tandasnya.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini