Investor Perlu Cermati 2 Sektor Saham Ini jika PPKM Darurat Diperpanjang

Iqbal Dwi Purnama, Jurnalis · Rabu 14 Juli 2021 12:08 WIB
https: img.okezone.com content 2021 07 14 278 2440407 investor-perlu-cermati-2-sektor-saham-ini-jika-ppkm-darurat-diperpanjang-62xo3WWSS9.jpg Rekomendasi Saham Jika PPKM Darurat Diperpanjang. (Foto: Okezone.com/shutterstock)

JAKARTA - Pemberlakuakn PPKM Darurat direncanakan akan diperpanjang setelah berakhir 20 Juli. Jika direalisasikan, para investor saham pun perlu mencermati dua sektor ini.

Menurut Equity Analyst PT Indo Premier Sekuritas Mino, langkah perpanjangan PPKM Darurat memang harus diambil jika penambahan kasus positif Covid-19 terus meninggi.

Baca Juga: PPKM Darurat Diberlakukan, Saham Matahari hingga Ramayana Keok

"Mungkin kita harus berkorban dalam jangka pendek untuk kebaikan jangka panjang. Walaupun memang dari sisi ekonomi dampaknya tentu sangat negatif," ujar Miko, pada Market Opening IDXChanel, Rabu (14/7/2021).

Wacana perpanjangan PPKM Darurat hingga 6 minggu pun menjadi sentimen negatif pada Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG).

Baca Juga: Mal Ditutup Selama PPKM Darurat, Begini Pergerakan Saham Ciputra, Lippo hingga Summarecon

"Kalau untuk kemarin memang pergerakannya cukup signifikan ya, kalau saya pantau memang kelihatan sekali market cukup khawatir. Sejau ini pergerakan Indeks kita memang paling jelek disekitar 5.980." Sambung Miko

Meski demikian, ada beberapa sektor yang menurut Miko cukup menarik dan tidak terlalu berpengaruh meski di tengah kebijakan PPKM Darurat ini. Pertama, sektor yang berhubungan dengan komoditas.

Kedua sesktor-sektor yang diuntungkan dengan adanya kebijakan WFH, misalnya terkait dengan sektor infrastruktur dan telekomunikasi.

"Memang di market fenomenanya cukup menarik ya, harga komoditasnya mengalami kenaikan cukup signifikan. Seperti saya ambil contoh batu bara year to date sudah naik 79%, kemudian timah 62%, minyak mentah 55% tapi harga sahamnya cenderung tertekan," ujarnya.

"Dengan adanya kebijakan wfh cukup diuntungkan. Seperti tahun lalu, konsumsi data dari sektor telekomunikasi meningkat cukup signifikan, bahkan sampai 46%. Tentunya itu bisa menjadi tolak ukur kira-kira dampak kebijakan PPKM darurat ini ke sektor komunikasi itu akan seberapa besar ” sambungnya Miko.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini