Adhi Karya Terbitkan Obligasi Rp673 Miliar, 60% untuk Belanja Modal

Agregasi Harian Neraca, Jurnalis · Kamis 15 Juli 2021 12:26 WIB
https: img.okezone.com content 2021 07 15 278 2441004 adhi-karya-terbitkan-obligasi-rp673-miliar-60-untuk-belanja-modal-luRGYDjJHQ.jpg Grafik Ekonomi (Foto: Okezone/Shutterstock)

JAKARTA - Perkuat modal guna mendanai beberapa proyek infrastruktur, PT Adhi Karya Tbk (ADHI) menawarkan Obligasi Berkelanjutan III Adhi Karya Tahap II Tahun 2021 dengan jumlah pokok sebesar Rp 673 miliar. Informasi tersebut disampaikan perseroan dalam siaran persnya di Jakarta.

Disebutkan, obligasi berkelanjutan III ini ditawarkan dalam dua seri yaitu seri A sebesar Rp200 miliar dengan tingkat bunga sebesar 7,50% berjangka waktu 370 hari. Untuk seri B sebesar Rp473,5 miliar dengan tingkat bunga 9,55% per tahun berjangka waktu 3 tahun.

Baca Juga: Obligasi Korporasi Masih Dibayangi Sentimen Covid-19

Perseroan mengungkapkan, dana obligasi, sekitar 60% akan digunakan untuk belanja modal berupa aset tetap (alat proyek dan pabrik) dan penyertaan proyek investasi infrastruktur. Kemudian 16% untuk refinancing, dan 24% untuk modal kerja proyek infrastruktur.

Dalam penawaran umum berkelanjutan (PUB) ini, ADHI menargetkan dana Rp 5 triliun. Adapun pada penawaran obligasi berkelanjutan III tahap I tahun 2021 emiten konstruksi pelat merah tersebut telah menerbitkan obligasi sebesar Rp 289 miliar.

Baca Juga: Obligasi Rp500 Miliar Terserap, Adhi Commuter Properti Siap IPO

Pada penerbitan obligasi tahap II tahun 2021 ini, perseroan menyetujui lima perusahaan sekuritas sebagai penjamin pelaksana emisi obligasi dan penjami emisi obligasi seperti PT Bahana Sekuritas, PT BRI Danareksa Sekuritas, PT Indo Premier Sekuritas, PT Mandiri Sekuritas, dan PT Sucor Sekuritas.

Seperti diketahui, 2021 merupakan tahun menantang bagi ADHI karena terdapat beberapa hal seperti proyek investasi baru, disrupsi global, dan pandemi Covid-19 yang berdampak pada kinerja perseroan.

Ke depan, prospek usaha ADHI akan didominasi berbagai proyek investasi dan proyek-proyek turnkey, sehingga perusahaan akan lebih aktif memilih proyek-proyek investasi tersebut. Di samping itu, ADHI juga akan tetap memfokuskan mengembangkan konsep transit oriented development (TOD) dengan membangun hunian di sekitar stasiun LRT untuk memudahkan konektivitas masyarakat.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini