Share

ABM Investama Cetak Laba USD25,8 Juta di Kuartal I-2021

Agregasi Harian Neraca, Jurnalis · Kamis 15 Juli 2021 12:56 WIB
https: img.okezone.com content 2021 07 15 278 2441022 abm-investama-cetak-laba-usd25-8-juta-di-kuartal-i-2021-Jd1G8SMcJe.jpg ABM Investama Cetak Laba (Foto: Okezone)

JAKARTA – PT ABM Investama Tbk (ABMM), pada kuartal pertama 2021, berhasil membukukan laba bersih sebesar USD25,88 juta atau setara dengan Rp375 miliar dibanding periode sama tahun sebelumnya yang tercatat rugi USD2,53 juta.

Selain itu, perseroan juga berhasil meraih pendapatan sebesar USD 210,88 juta atau naik 31% dari periode sama tahun lalu yang tercatat USD160,87. Sedangkan beban pokok pendapatan diraih sebesar USD152,35 juta atau naik 13,08% dari semula USD134,72 juta.

Sementara laba bruto hingga kuartal I-2021 diperoleh sebesar USD58,53 juta atau naik 123% dari kuartal I-2020 yang tercatat sebesar USD 26,15 juta. Laba usaha pun juga meningkat menjadi USD 50,95 juta, naik 320% dari sebelumnya USD 12,12 juta. Kemudian, laba sebelum pajak penghasilan dibukukan sebesar USD40,12 juta atau mengalami peningkatan dibandingkan periode sama tahun sebelumnya yang tercatat USD 2,5 juta.

Baca Juga: Laba Bersih Anak Usaha Pertamina Ini Rp427 Miliar di 2020, Tertinggi sejak Berdiri

Sedangkan total aset perseroan hingga 31 Maret 2021 mencapai USD 916,29 juta, naik 10,76% dari 31 Desember 2020 yakni Rp827,23 juta. Sedangkan liabilitas sebesar USD 723,79 juta, naik 8,76 % dari semula USD 665,48 juta dan total ekuitas naik 19,01% menjadi USD 192,5 juta dari sebelumnya USD 161,74 juta. Sebelumnya, ABM Investama melalui anak usahanya, PT Cipta Kridatama (CK) berhasil memperpanjang kontrak kerjasama jasa pertambangan dengan PT Dizamatra Powerindo (DMP). Nilai dari kontrak yang berdurasi lima tahun itu mencapai Rp1,65 triliun.

Baca Juga: BRI Raup Laba Rp6,8 Triliun pada Kuartal I-2021

Direktur Utama Cipta Kridatama, Feriwan Sinatra menjelaskan, perusahaan berusaha menghadapi tantangan bisnis di sektor energi dengan menetapkan arah yang tepat untuk meningkatkan kinerja secara berkelanjutan.

“Perpanjangan kontrak dengan DMP ini merupakan bagian dari strategi jangka panjang CK agar dapat menjadi kontraktor pertambangan yang semakin kompetitif dan memiliki bisnis yang berkelanjutan menuju World Class Mining Contractor,” jelas Feriawan, Kamis (15/7/2021).

Lokasi kerja pertambangan CK di site DMP terletak di Merapi Barat, Lahat, Sumatera Selatan. Dalam kerjasama tersebut, CK akan melakukan penambangan lapisan tanah penutup atau overburden removal dan penyewaan unit alat berat. Hal ini untuk mendukung kebutuhan operasional DMP dalam mencapai target sekitar 32 juta bank cubic metre (BCM) selama 5 tahun.

Dari aktivitas penambahan tersebut, DMP menargetkan bisa menghasilkan sekitar 11 juta ton batubara. Sementara target rata-rata produksi overburden removal yang dilakukan CK sekitar 6 juta BCM per tahun sehingga jumlah produksi batubara DMP bisa mencapai 2,2 juta ton per tahunnya.

Baca Juga: Peduli Pejuang Kanker, Donasi Rambut Bersama Lifebuoy dan MNC Peduli Tengah Berlangsung!

Feriwan menambahkan, dalam menjalankan kegiatannya di proyek DMP, CK akan didukung penuh oleh perusahaan di bawah Grup ABM dan Tiara Marga Trakindo seperti Trakindo, PT Sanggar Sarana Baja, Grup PT Cipta Krida Bahari dan lainnya.

“Kami optimistis dapat menjalankan operasional yang unggul serta dapat memberikan hasil yang terbaik bagi DMP,"kata Feriawan.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini