Share

Indonesia Terbitkan Sukuk Negara hingga Rp1.810,02 Triliun sejak 2008

Antara, Jurnalis · Kamis 15 Juli 2021 13:35 WIB
https: img.okezone.com content 2021 07 15 320 2441053 indonesia-terbitkan-sukuk-negara-hingga-rp1-810-02-triliun-sejak-2008-F74DWGfk00.jpg Total volume sukuk yang diterbitkan Indonesia mencapai Rp1.810 triliun (Foto: Shutterstock)

JAKARTA - Total volume penerbitan surat berharga syariah negara (SBSN) atau sukuk negara sejak 2008 hingga Juni 2021 telah mencapai Rp1.810,02 triliun atau setara dengan USD124,49 miliar.

"Dari tahun ke tahun, sukuk negara terus berkembang dan terus memainkan peranan yang sangat penting di dalam pembiayaan APBN," ujar Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati dilansir dari Antara, Kamis (15/7/2021).

Baca Juga:  Lelang Sukuk Negara, Pemerintah Kantongi Rp12,5 Triliun

Dia mengungkapkan, volume dan kontribusi sukuk negara dalam pembiayaan APBN mengalami kenaikan, dari semula hanya Rp4,7 triliun pada awal penerbitan tahun 2008 menjadi Rp360 triliun pada 2020.

Dengan demikian, lanjut dia, SBSN berkontribusi sekitar 20-30% terhadap penerbitan Surat Berharga Negara (SBN) setiap tahunnya.

Baca Juga: Investasi Sambil Beribadah, Yuk Cek Instrumen SWR002 dengan Kupon 5,57%

Sementara itu, total outstanding sukuk negara pada 1 Juli 2021 mencapai Rp1.075,83 triliun atau setara dengan USD73,99 miliar. Angka tersebut merupakan 19% dari total outsanding SBN secara keseluruhan.

Selain itu, menurut dia, kepemilikan investor individu terhadap sukuk negara juga tercatat semakin meningkat dari Rp22,7 triliun menjadi Rp46,48 triliun pada Juni 2021.

Tak hanya di dalam APBN, Bendahara Negara menjelaskan, sukuk negara menjadi instrumen yang sangat penting, stabil, dan dipercaya oleh investor, baik di dalam negeri maupun luar negeri.

Sukuk negara juga berperan dalam menciptakan pendalaman pasar keuangan, memperluas basis investor, dan bisa menjadi contoh dan pelopor instrumen investasi yang aman.

Maka dari itu, dia berkomitmen akan terus mengembangkan pasar sukuk negara disertai upaya perbaikan, mulai dari pengembangan produk untuk memenuhi berbagai kebutuhan investor.

Produk tersebut antara lain sukuk ritel, sukuk tabungan, sukuk gobal, project financing sukuk, Cash Waqf Linked Sukuk (CWLS), perkembangan struktur akad sukuk dan fatwa, serta diversifikasi dari underlying aset sukuk.

"Berbagai upaya ini diharapkan semakin menciptakan alternatif instrumen yang dibutuhkan investor dalam negeri dan sekaligus juga memperdalam pasar keuangan, terutama pasar sukuk negara," kata Sri Mulyani.

Di sisi lain, pemerintah juga akan terus meningkatkan kualitas infrastruktur pasar dan metode penerbitan sukuk negara agar dapat memfasilitasi kebutuhan pendanaan dan memberikan fleksibilitas penerbitan, sekaligus untuk memberikan tempat investasi yang aman bagi para investor.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini