Share

Erick Thohir Sentil Direksi dan Komisaris: Tinggalkan Mindset 'BUMN Diselamatkan Negara'

Suparjo Ramalan, iNews · Kamis 15 Juli 2021 14:00 WIB
https: img.okezone.com content 2021 07 15 320 2441069 erick-thohir-sentil-direksi-dan-komisaris-tinggalkan-mindset-bumn-diselamatkan-negara-9WK0QVo7cF.jpg Erick Thohir Sentil Direksi-Komisaris BUMN (Foto: Okezone)

JAKARTA - Menteri BUMN Erick Thohir meminta para direksi dan komisaris BUMN untuk meninggalkan pola pikir 'BUMN selalu diselamatkan negara'. Mindset tersebut dinilai terjadi saat BUMN dihadapkan pada kasus atau masalah.

Erick Thohir menyebut, comfort zone akan membuat BUMN tidak bisa berkompetisi, bahkan mengarah pada kehancuran.

"Tinggalkan mindset bahwa BUMN selalu diselamatkan kalau kinerja buruk atau berkasus, mindset ini harus kita bongkar, harus kita tinggalkan. Tidak lagi di comfort zone karena kenapa, Kalau BUMN ini roboh," ujar Erick, Kamis (15/7/2021).

Baca Juga: Erick Thohir Beri Sinyal PMN BUMN Rp33,9 Triliun Bisa untuk Beli Obat 

Comfort zone pun membuat perusahaan negara kehilangan perannya sebagai pelayan masyarakat (public service), peran yang dinilai membantu rakyat Indonesia pada kondisi kritikal.

BUMN diamanahkan untuk mengelola kekayaan dengan jumlah besar. Mantan Bos Inter Milan itu menyebut, bisa penopang dan menjadi lokomotif bangsa dan menjadi agen pembangunan.

"Karenanya core value (nilai utama) insan BUMN bukan lagi perkara individu melainkan persoalan bangsa, kita jangan sia-siakan masa golden exits," katanya.

Baca Juga: Saatnya Anak Muda Bangkit Bersama untuk Indonesia Bersama Astra

Erick menegaskan, perubahan paradigma dewan direksi dan komisaris dapat memposisikan BUMN sebagai perusahaan yang bisa berkompetisi di kancah nasional dan global.

Dalam catatannya, baru 50% atau rata-rata 40% BUMN yang sudah bisa bersaing dengan perusahaan asing dan swasta. Sementara, 60% perusahaan masih bergabung pada penugasan dan berada dalam zona nyaman.

"Kita harus berjujur diri, di bawa 50% sudah siap berkompetisi secara terbuka dengan asing dan swasta. 60% itu masih bergantung kepada penugasan ataupun masih dalam situasi comfort zone," katanya.

1
2

Berita Terkait

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini