Utang Luar Negeri RI Tembus Rp6.017 Triliun, BI Klaim Masih Sehat

Rina Anggraeni, Jurnalis · Jum'at 16 Juli 2021 11:41 WIB
https: img.okezone.com content 2021 07 16 320 2441562 utang-luar-negeri-ri-tembus-rp6-017-triliun-bi-klaim-masih-sehat-UkE2m5b8eF.jpg Bank Indonesia (Foto: Okezone)

JAKARTA - Bank Indonesia mencatat Utang Luar Negeri (ULN) Indonesia mengalami penurunan pada Mei 2021. Posisi ULN Indonesia pada akhir Mei 2021 sebesar USD415 miliar atau setara dengan Rp6.017 triliun (kurs Rp14.500 per USD). Angka ini turun 0,6% (mtm) dibandingkan dengan posisi ULN April 2021 sebesar USD 417,6 miliar.

Direktur Eksekutif Komunikasi BI Erwin Haryono mengatakan utang Indonesia tetap sehat, didukung oleh penerapan prinsip kehati-hatian dalam pengelolaannya.

"ULN Indonesia pada Mei 2021 tetap terkendali, tercermin dari rasio ULN Indonesia terhadap Produk Domestik Bruto (PDB) yang tetap terjaga di kisaran 37,6%, menurun dibandingkan dengan rasio pada bulan sebelumnya sebesar 37,9%," kata Erwin di Jakarta, Jumat (15/7/2021).

Baca Juga: Berapa Utang Luar Negeri Indonesia? Kini Tembus Rp6.017 Triliun

Selain itu, struktur ULN Indonesia tetap sehat, ditunjukkan oleh ULN Indonesia yang tetap didominasi oleh ULN berjangka panjang, dengan pangsa mencapai 88,5% dari total ULN. Dalam rangka menjaga agar struktur ULN tetap sehat, Bank Indonesia dan Pemerintah terus memperkuat koordinasi dalam pemantauan perkembangan ULN, didukung oleh penerapan prinsip kehati-hatian dalam pengelolaannya.

Baca Juga: Sri Mulyani Prediksi Pembiayaan Utang Rp958 Triliun Tahun Ini, Turun 18%

"Peran ULN juga akan terus dioptimalkan dalam menopang pembiayaan pembangunan dan mendorong pemulihan ekonomi nasional, dengan meminimalisasi risiko," katanya.

Saat ini, ULN pemerintah tercatat lebih rendah dibandingkan bulan sebelumnya. Posisi ULN pemerintah di bulan Mei 2021 tercatat sebesar USD 203,4 miliar. Menurun 1,3% (mtm) dibandingkan dengan posisi ULN April 2021.

Hal ini mendorong perlambatan pertumbuhan tahunan ULN pemerintah menjadi sebesar 5,9% (yoy) dibandingkan dengan 8,6% (yoy) di bulan April 2021. Penurunan posisi ULN Pemerintah tersebut terjadi seiring dengan pembayaran Surat Berharga Negara (SBN) dan pinjaman dalam valuta asing yang jatuh tempo di bulan Mei 2021.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini