Wall Street Anjlok Akibat Tingginya Kasus Covid-19 Varian Delta

Tim Okezone, Jurnalis · Sabtu 17 Juli 2021 07:08 WIB
https: img.okezone.com content 2021 07 17 278 2442003 wall-street-anjlok-akibat-tingginya-kasus-covid-19-varian-delta-5EeZb3gxMN.jpg wall Street Menurun. (Foto: Okezone.com/Reuters)

NEW YORK - Bursa saham Amerika Serikat, Wall Street berakhir melemah pada perdagangan Jumat. Wall Street anjlok karena terbebani penurunan saham Amazon, Apple dan saham teknologi lainnya.

Selain itu, investor juga mengkhawatirkan tentang peningkatan kasus virus corona terkait dengan varian Delta yang sangat menular. Di mana Los Angeles County mengatakan akan kembali menerapkan memberlakukan penggunaan masker pada akhir pekan ini. Sebab, kasus virus corona di AS naik hingga 70% dari minggu sebelumnya, dengan kematian naik 26%.

Baca Juga: Saham Amazon dan Facebook Lesu, Nasdaq Berakhir Melemah

“Covid mulai mempengaruhi pasar, ironisnya pertama kalinya sejak musim panas lalu, ketika pembukaan kembali perdagangan dimulai,” kata CEO Longbow Asset Management Tulsa, Jake Dollarhide, dilansir dari Reuters, Sabtu (17/7/2021). 

Amazon dan Apple turun lebih dari 1%. Sedangkan Nvidia kehilangan 4,2%. Ketiga perusahaan ini mengalami penurunan besar pada indeks S&P 500 dan Nasdaq.

Baca Juga: Wall Street Anjlok, Indeks Dow Melemah 107 Poin

Di mana indeks sektor teknologi S&P 500 kehilangan hampir 1% atau turun untuk sesi kedua setelah mencapai rekor pada perdagangan Rabu. Sementara Indeks utilitas menguat 1% dan indeks real estat naik tipis 0,1%.

Adapun tiga indeks utama Wall Street, Dow Jones Industrial Average turun 0,86% menjadi 34.687,85 poin. Sementara S&P 500 kehilangan 0,75% menjadi 4.327,16 dan Nasdaq Composite turun 0,8% menjadi 14.427,24.

Secara total pada perdagangan minggu ini, S&P 500 turun sekitar 1%. Dow kehilangan 0,5% dan Nasdaq merosot 1,9%. Capaian ini pun menjadi penurunan mingguan pertama ketiga indeks dalam empat minggu.

Pada perdagangan minggu ini, investor menyeimbangkan kekhawatiran tentang lonjakan inflasi. Ketua Fed Jerome Powell pun menilai bahwa lonjakan harga bersifat sementara.

Kemudian investor juga memperhatikan musim pendapatan pada kuartal kedua, dengan laporan dari perusahaan seperti Netflix, Johnson & Johnson, Verizon Communications, AT&T dan Intel. Analis pun mengharapkan pertumbuhan 72% dalam laba per saham untuk perusahaan S&P 500.

Sementara itu, sahabat. Moderna Inc melonjak 10,3% ke rekor tertinggi setelah produsen obat ini akan bergabung dengan indeks S&P 500 pada awal perdagangan pada 21 Juli, menggantikan Alexion Pharmaceuticals.Cintas Corp melonjak 4,6%, setelah pialang menaikkan target harga pada saham penyedia layanan bisnis tersebut menyusul hasil kuartal keempatnya.

Didi Global Inc turun 3,2% setelah China mengirim pejabat negara dari setidaknya tujuh departemen ke raksasa ride-hailing untuk tinjauan keamanan siber.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini