Laba Krakatau Steel Meroket 601% Jadi Rp475 Miliar di Semester I-2021

Tim Okezone, Jurnalis · Selasa 20 Juli 2021 12:31 WIB
https: img.okezone.com content 2021 07 20 278 2443296 laba-krakatau-steel-meroket-601-jadi-rp475-miliar-di-semester-i-2021-twNSwRLy32.jpg Laba Krakatau Steel Meroket. (Foto: Okezone.com)

JAKARTA - PT Krakatau Steel (Persero) Tbk mencatat laba bersih Rp475 miliar pada semester I-2021. Laba tersebut meningkat 601,3% dibandingkan dengan perolehan laba bersih di periode yang sama pada 2020 sebesar Rp67 miliar.

EBITDA Krakatau Steel hingga Juni 2021 meningkat menjadi Rp1,2 triliun di mana EBITDA tersebut hampir dua kali lipat melebihi realisasi di 2020 yang sebesar Rp687 miliar.

Direktur Utama Krakatau Steel Silmy Karim mengatakan, nilai penjualan Krakatau Steel mengalami peningkatan sebesar 90,9% menjadi Rp15,3 triliun pada semester I-2021 dibandingkan dengan semester I tahun lalu sebesar Rp8 triliun.

Baca Juga: Resmikan Subholding Sarana Infrastruktur, Erick Thohir: Transformasi Krakatau Steel

Volume penjualan produk utama Krakatau Steel meningkat sebesar 43,8% dibandingkan periode yang sama di tahun 2020. Peningkatan volume penjualan Hot Rolled Coil (HRC) dan Cold Rolled Coil (CRC) menjadi sebesar 995.000 ton dibandingkan 692.000 ton di tahun 2020.

Selain itu, penjualan ekspor Krakatau Steel pun meningkat 15 kali lipat menjadi sebesar 162.243 ton di 2021 dibandingkan periode yang sama di tahun 2020 yaitu sebesar 10.817 ton.

Baca Juga: Pabrik HSM 2 Beroperasi, Erick Thohir: Wujudkan Kemandirian Industri Baja Nasional

“Dengan memproduksi produk HRC dan CRC sebanyak 1.008.000 ton di Semester 1 Tahun 2021 dan diikuti dengan semakin turunnya biaya produksi per tonnya, maka produktivitas Krakatau Steel pun meningkat 61%,” jelas Silmy, dalam keterangannya, Selasa (20/7/2021). 

Tren program efisiensi Krakatau Steel di tahun 2020 nampak terus berlanjut di tahun 2021. Upaya Krakatau Steel dalam melakukan inisiatif efisiensi di 2021 ini terlihat di laporan Semester I-2021 di mana terjadi penurunan variable cost dan fixed cost per tonnya. Hingga Juni 2021, Variable Cost menurun 13,1% dan Fixed cost tereduksi 22,8%.

Di semester 1 2021 ini, Krakatau Steel juga berhasil menurunkan biaya operasional sebesar 18,1% menjadi Rp1,7 juta/ton dari periode yang sama di tahun sebelumnya sebesar Rp2 juta/ton. Penurunan biaya operasional ini di antaranya terjadi pada penurunan biaya energi sebesar 12%, penurunan biaya spare part sebesar 17,6%, serta penurunan biaya tenaga kerja hingga 24,7%.

Peningkatan kinerja Krakatau Steel juga diikuti oleh perbaikan kinerja anak perusahaan Krakatau Steel di Semester I-2021 yang secara keseluruhan dapat membukukan laba. Nilai penjualan anak perusahaan Krakatau Steel di tahun 2021 meningkat sebesar 46,6% menjadi Rp4,7 triliun dibandingkan dengan periode yang sama di tahun 2020 yaitu sebesar Rp3,2 triliun. Laba bersih anak perusahaan Krakatau Steel juga meningkat sebesar 21,2% menjadi Rp397 miliar dibandingkan Semester I tahun lalu yang sebesar Rp327 miliar.

“Perbaikan kinerja Krakatau Steel disebabkan adanya peningkatan produktivitas, volume penjualan domestik dan ekspor serta program efisiensi yang terus dilakukan sejak tahun 2020. Dengan perolehan laba di semester I-2021 ini, kami optimis Krakatau Steel dapat melanjutkan tren positifnya hingga akhir tahun,” pungkas Silmy.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini