Produksi Nikel Vale Indonesia Turun 17% di Semester I-2021

Agregasi Harian Neraca, Jurnalis · Rabu 21 Juli 2021 13:56 WIB
https: img.okezone.com content 2021 07 21 278 2443771 produksi-nikel-vale-indonesia-turun-17-di-semester-i-2021-m9URmpyh6O.jpg Produksi Nikel Turun (Foto: Okezone)

Perusahaan patungan akan membangun delapan lini pengolahan feronikel rotary kiln-electric furnace dengan perkiraan produksi sebesar 73.000 metrik ton nikel per tahun beserta fasilitas pendukungnya. Selain itu, semua Pihak menyetujui bahwa INCO akan memiliki 49% saham JV Co dan mitra akan memiliki 51% saham. Sebagai informasi, tahun ini perseroan menargetkan produksi sekitar 64 ribu ton dengan merencanakan membangun kembali salah satu tanur listrik. Prospek PT Vale Indonesia Tbk kedepan tetap cerah dalam jangka panjang, seiring dengan tren penguatan harga nikel global. Prospek tersebut juga didukung oleh sejumlah ekspansi perseroan guna mendongkrak kinerja keuangan ke depan.

Analis BRI Danareksa Sekuritas, Stefanus Darmagiri pernah bilang, bisnis nikel tetap bersinar ke depan, meskipun terjadi penurunan harga jual komoditas tersebut pada 2020. Namun, pada 2021, harga jual nikel diperkirakan pulih dan meningkat, sehingga laba bersih Vale Indonesia tahun ini diharapkan lebih baik. Ekspektasi harga jual yang lebih baik mendorong BRI Danareksa Sekuritas merevisi naik target rata-rata harga jual nikel tahun ini dari US$ 17 ribu per ton menjadi USD 18 ribu per ton. Sedangkan proyeksi rata-rata harga jual nikel tahun 2022 dipertahankan sebesarUSD 18 ribu per ton.

(fbn)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini