BRI Gelar RUPSLB, Bahas Pengunduran Diri Ari Kuncoro?

Suparjo Ramalan, Jurnalis · Kamis 22 Juli 2021 11:48 WIB
https: img.okezone.com content 2021 07 22 278 2444253 bri-gelar-rupslb-bahas-pengunduran-diri-ari-kuncoro-PoeSeI7j4K.jpg BRI akan menggelar RUPST (Foto: Okezone)

JAKARTA - PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk atau BRI menggelar Rapat Umum Pemegang Saham Luar Biasa (RUPSLB), Kamis (22/7/2021). Agenda utama yang dibahas perihal persetujuan atas penambahan modal perseroan dengan Memberikan Hak Memesan Efek Terlebih Dahulu (PMHMETD) kepada para Pemegang Saham. Dimana, dengan mekanisme Penawaran Umum Terbatas I (PUT).

Baca Juga: Selesaikan Tantangan Presiden, Kini BRI Ingin Tingkatkan Eksportir Baru UMKM

"Persetujuan atas Penambahan Modal Perseroan dengan Memberikan Hak Memesan Efek Terlebih Dahulu (PMHMETD) kepada para Pemegang Saham yang akan dilakukan melalui mekanisme Penawaran Umum Terbatas I (PUT I) dan oleh karenanya sekaligus mengubah Pasal 4 ayat (2) dan ayat (3) Anggaran Dasar Perseroan," demikian bunyi mata acara RUPSLB BRI, dikutip Kamis (22/7/2021).

Aksi korporasi BRI merupakan bagian dari pembentukan Holding BUMN Ultra Mikro bersama dengan PT Pegadaian (Persero) dan PT Permodalan Nasional Madani (Persero) atau PNM.

Baca Juga: Bentuk Holding Ultra Mikro, BRI Akan Rights Issue

Pelaksanaan RUPSLB BRI juga bertepatan dengan isu adanya pengunduran diri Ari Kuncoro sebagai Wakil Komisaris Utama emiten perbankan pelat merah tersebut.

Meski begitu, Ari Kuncoro hingga Kementerian BUMN selaku pemegang saham mayoritas enggan menanggapi kabar tersebut saat MNC Portal Indonesia berupaya mengkonfirmasi kabar tersebut melalui WhatsApp sejak Rabu sore kemarin.

Sosok Ari memang ramai dibahas belakangan ini. Sebab, selain mengisi struktur manajemen Bank BRI, dia juga menjabat sebagai Rektor Universitas Indonesia (UI). Ari diangkat pemegang saham sebagai Wakil Komisaris sejak 18 Februari 2020 lalu.

Padahal, dalam Peraturan Pemerintah (PP) Nomor 68 Tahun 2013 Tentang Statuta Universitas Indonesia rektor dilarang memiliki jabatan di BUMN. Hal ini menjadi perkara kritikan sejumlah pihak.

Tak berselang lama Presiden Joko Widodo (Jokowi) pun resmi mengizinkan Ari Kuncoro, melakukan merangkap jabatan. Keputusan tersebut diambil melalui penerbitan PP 75 Tahun 2021 tentang Statuta UI. Peraturan tersebut yang kemudian menggantikan PP 68 Tahun 2013 tentang Statuta UI.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini