Selesaikan Tantangan Presiden, Kini BRI Ingin Tingkatkan Eksportir Baru UMKM

Aditya Pratama, Jurnalis · Rabu 30 Juni 2021 21:56 WIB
https: img.okezone.com content 2021 06 30 320 2433487 selesaikan-tantangan-presiden-kini-bri-ingin-tingkatkan-eksportir-baru-umkm-fvjd8cbVmA.jpg UMKM (Foto: Okezone)

JAKARTA - PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk (BBRI) serius untuk meningkatkan ekspor produk Usaha Mikro Kecil Menengah (UMKM). Hal ini merupakan salah satu tantangan tersendiri bagi BRI.

Direktur Bisnis Kecil dan Menengah BRI Amam Sukriyanto mengatakan, tantangan meningkatkan angka ekspor UMKM berasal dari dalam BRI sendiri setelah berhasil melebihi tantangan yang diminta Presiden Joko Widodo kepada BRI untuk memberikan porsi kepada UMKM sebesar 30%.

"Kalau pada Ratas di bulan April di-challenge oleh Pak Presiden bahwa porsi kepada UMKM nantinya di tahun 2024 harus di atas 30%, kita bukan lagi fokus bagaimana mencapai porsi UMKM 30% ini karena faktanya bahwa kita sudah di 85% maka kita memberi challenge lain dalam hal bagaimana peran BRI menciptakan eksportir-eksportir dari UMKM," ujar Amam dalam Webinar HUT ke 16 Koran Sindo dengan tema 'Asa UMKM Merajai Pasar Internasional, Rabu (30/6/2021).

Baca Juga: Menko Airlangga Beberkan Jurus Tingkatkan Ekspor UMKM 

Amam menambahkan, BRI memiliki Journey Pemberdayaan UMKM BRI, di mana hal ini merupakan serangkaian upaya untuk mempersiapkan UMKM BRI go ekspor. Hal yang pertama BRI lakukan adalah mengarahkan para UMKM bergabung dengan Rumah BUMN atau dengan Pusat Latihan UMKM Terpadu atau dengan Pusat Inkubasi Bisnis yang dimiliki baik perbankan, kementerian/lembaga, maupun universitas.

"Di sini dilakukan upaya untuk bagaimana membuat UMKM tersebut go modern, dalam artian kita mulai dari pembinaan awal bagaimana memproduksi barang, bagaimana terus menjaga kualitas, bagaimana packaging nya, termasuk bagaimana mengelola manajemen keuangan dan pembukuan," kata dia.

"Karena itu merupakan hal yang penting juga untuk dipahami dan dilakukan UMKM sehingga dari awal usaha mereka sudah betul-betul memisahkan antara keuangan pribadi dengan keuangan perusahaan," sambungnya.

Selanjutnya, Amam menjelaskan selanjutnya BRI membawa UMKM binaannya tersebut untuk Go Digital dan Go Online, pertama dengan memasukan UMKM tersebut ke dalam website yang dikembangkan oleh BRI Research Institute yang disebut Link UMKM dan yang dalam bentuk model klaster dengan nama Klasterku Hidupku.

"Jadi di dua model web ini itu UMKM-UMKM bisa melakukan self assessment sampai di tahap mana usahanya, bahkan ini bisa menentukan apakah UMKM-UMKM sudah naik kelas atau masih bertahan di kelas yang sama," ucapnya.

Untuk penilaian, BRI menggunakan 12 parameter yang salah satunya yang paling penting adalah budaya inovasi dari UMKM. Sebab, jika UMKM ingin go ekspor, maka yang terpenting adalah pelaku usaha harus selalu berinovasi membuat produk-produk yang unik dan sesuai kebutuhan negara-negara tujuan.

"Kemudian, di tahap improvement di sini kita sudah mulai ajarkan UMKM-UMKM tersebut untuk mengenal digital termasuk untuk mengenal e-commerce. Selanjutnya, kita mulai kenalkan juga dengan aktivitas-aktivitas yang dibutuhkan UMKM untuk go global, aktivitas ini bisa berupa kurasi dari produknya, atau kita punya program Pengusaha Muda Brilian dimana mencari pengusaha-pengusaha muda yang sudah menggunakan e-commerce untuk alat jualannya," tuturnya.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini