Pendapatan CGV Anjlok, Bagaimana Nasib Bisnis Bioskop di Masa Covid-19?

Agregasi Harian Neraca, Jurnalis · Jum'at 23 Juli 2021 15:18 WIB
https: img.okezone.com content 2021 07 23 278 2444942 pendapatan-cgv-anjlok-bagaimana-nasib-bisnis-bioskop-di-masa-covid-19-DDOaJv7lAd.jpeg Pendapatan CGV Anjlok (Foto: Okezone/Shutterstock)

JAKARTA – Keputusan pemerintah memperpanjang kebijakan pemberlakukan pembatasan kegiatan masyarakat (PPKM) Darurat dalam rangka menekan penyebaran Covid-19 hingga 25 Juli mendatang memberikan tekanan terhadap pelaku usaha dan tidak terkecuali bagi PT Graha Layar Prima Tbk (BLZT). Namun demikian, emiten jaringan bioskop masih menyakini kinerja tahun 2021 bisa lebih baik dari periode 2020.

Sales and Marketing Division Head CGV, Manael Sudarman menuturkan, kinerja perseroan dari Januari hingga Mei 2021 sudah lebih baik dibandingkan dengan periode 2020.

"Kami perhatikan Januari hingga Mei lalu, ada kisaran average kenaikan admission 60% market itu. Kami bersyukur selama penutupan 2020 lalu, ada beberapa blockbuster movie yang ditunda dan baru di rilis pada kuartal II/2021,"ujarnya di Jakarta, seperti dikutip Harian Neraca, Jumat (23/7/2021).

Memasuki kuartal II/2021 yang merupakan musim libur musim panas di Amerika Serikat (AS), perseroan berhasil menayangkan tiga film yang cukup meningkatkan penjualan tiket dan mendekati normal. Ketiga film tersebut yakni, Fast and Furious 9, A Quiet Place Part II, dan The Conjuring: The Devil Made Me Do It.

"Kuartal II/2021, memang kelihatannya secara trafik menuju ke arah normal. Sayangnya, ada PPKM Darurat yang berakibat pada penurunan karena penutupan total bioskop sejak pekan lalu," jelasnya.

Sementara Head of Operation BLZT Diana Abbas menjelaskan, bisnis bioskop sangat dipengaruhi suplai utama yakni film. Sedangkan sejak akhir 2020 kegiatan penayangan film sudah mulai membaik.

Baca Juga: Pefindo Turunkan Peringkat Utang 5 Emiten

"Mudah-mudahan kondisi membaik ke depan, film-film lain bisa on schedule dan bantu kestabilan bioskop. Bisnis makanan minuman akan jadi prioritas, penjualan produk offline dan online, sesuaikan produk food and beverage dengan trend," urainya.

Berdasarkan laporan keuangan per 31 Maret 2021, pendapatan BLTZ mengalami penurunan pendapatan menjadi Rp27,33 miliar dari pendapatan kuartal sama tahun lalu Rp232,17 miliar. Perseroan juga berhasil menurunkan beban pokok pendapatan menjadi Rp55,97 miliar dari beban pada kuartal sama tahun lalu Rp163,46 miliar. Bottom line pun mengalami peningkatan rugi bersih yang dapat diatribusikan kepada pemilik entitas induk menjadi rugi Rp83,33 miliar dari posisi rugi Rp54,3 miliar pada tahun lalu.

Baca Juga: Dear Investor! Ini Daftar 17 Saham dalam Pemantauan Khusus, dari PBRX hingga Sritex

Perseroan juga mengungkapkan, kuartal I-2021 mulai membaik, dengan kenaikan jumlah admission lebih dari 50% per bulan. Sementara Treasury Finance Manager CGV, Herlangga Aditya menyampaikan bahwa CGV terus melakukan upaya untuk memperbaiki keuangan tahun 2021, seperti merestrukturisasi fasilitas kredit dengan menurunkan bunga kredit, merestrukturisasi struktur biaya untuk semua bioskop, mengoptimalkan biaya operasional, melakukan negosiasi dengan landlord untuk mengubah harga sewa atau melalui skema revenue sharing.

Disamping itu, lanjutnya, perseroan juga melakukan negosiasi layanan pemeliharaan proyektor film, serta menyesuaikan rencana belanja modal, baik bioskop baru maupun pemeliharaan.

Kemudian seiring dengan pertumbuhan ini, CGV telah menyiapkan rangkaian inovasi serta program-program inovatif untuk meningkatkan kesadaran masyarakat akan protokol kesehatan dan meningkatkan penjualan tiket, mulai dari proses kemudahan pemesanan yang dapat dilakukan secara daring melalui aplikasi dan mesin tiket mandiri, serta melakukan kampanye-kampanye berkolaborasi dengan rumah produksi dan bioskop lainnya.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini