JAKARTA - PT MNC Sky Vision Tbk (MSKY) meraup pendapatan Rp2,02 triliun pada 2020 di tengah pandemi Covid-19.
Komisaris Utama MNC Sky Vision Ade Tjendra mengatakan, pendapatan ini turun karena kondisi pandemi Covid-19 mengakibatkan penurunan jumlah pelanggan.
Meskipun pendapatan turun, namun dari segi biaya, MNC Sky Vision berhasil melakukan efisiensi terstruktur sehingga Margin EBITDA masih terjaga 38 persen pada tahun 2020.
“Per 31 Desember 2020, kinerja keuangan perseroan tercatat masih dalam posisi kondusif tertutama ketika dihitung secara year on year (YoY). Pendapatan perseroan pada tahun 2020 mencapai Rp2,02 triliun dengan jumlah pelanggan 2.063.229. Melalui inovasi Vision+ hadir menjawab tantangan digital yang ada saat ini. Di mana dalam kesibukan dan terbatasan waktu, orang cenderung menikmati tayangan dari gawai,” kata Ade dalam RUPST secara virtual di Jakarta, Senin (26/7/2021).
Dia menjelaskan, di tengah kondisi pandemi yang penuh tantangan dan turut mempengaruhi industri televisi berlangganan di Indonesia, Perseroan tetap berupaya mewujudkan kinerja positif melalui penerapan strategi usaha yang efektif serta efisien yang berkelanjutan.
“Direksi mengawal kinerja tahun 2020 dengan mengimplementasikan berbagai kebijkan strategis yang berfokus untuk mempertahankan kinerja terbaiknya,” ujar dia.
Lanjut Ade, sebagai pelopor industri TV berlangganan di Indonesia selama 27 tahun, Perseroan memiliki keunggulan kompetitif konten yang kuat. Mengingat keunggulan teknologi dan konsistensi berinovasi serta sumber daya manusia yang berpengalaman.
“Kinerja perseroan sepanjang tahun 2020 tercatat dalam rentan yang baik dibuktikan dengan beberapa pencapaian yang berhasil diraih dari sisi kinerja finasial maupun operasional,” jelasnya.