Jokowi Minta Himbara Percepat Penyaluran KUR, Erick Thohir Siap

Suparjo Ramalan, Jurnalis · Senin 26 Juli 2021 16:52 WIB
https: img.okezone.com content 2021 07 26 320 2446246 jokowi-minta-himbara-percepat-penyaluran-kur-erick-thohir-siap-gNSyOCHt3K.jpg Menteri BUMN Erick Thohir. (Foto: Okezone.com/BUMN)

JAKARTA - Pemerintah meminta Bank Himbara mempercepat penyaluran kredit dalam program Kredit Usaha Rakyat (KUR) 2021. Adapun persentase nilai KUR mencapai 92% dari target pemerintah sebesar Rp253 triliun.

Tugas tersebut diputuskan Presiden Joko Widodo (Jokowi) melalui rapat terbatas (ratas) bersama jajaran Menteri Kabinet Indonesia Maju hari ini.

Menanggapi keputusan Presiden, Menteri BUMN Erick Thohir menyebut, jumlah tersebut menjadikan Bank Himbara sebagai kontributor terbesar dalam pelaksanaan kredit KUR 2021.

Baca Juga: Mentan SYL Sebut KUR Pertanian Terserap 40%

Pemegang saham pun siap mendorong anggota-anggota Himbara baik PT Bank Mandiri (Persero) Tbk, PT Bank BRI (Persero) Tbk, PT BNI (Persero) Tbk, untuk melaksanakan program tersebut.

"Sesuai hasil ratas (rapat terbatas), saya hanya menambahkan apa yang disampaikan Pak Menko (Menko Perekonomian) dari kuota KUR tahun 2021 itu untuk Himbara saat ini, yang targetnya Rp253 triliun tadi, yang disampaikan Pak Menko, kami memang menjadi kontribusi terbesar yaitu 92% lebih. Dan ini sesuai dengan penugasan yang kami terima," ujar Erick dalam konferensi pers, Senin (26/7/2021).

Baca Juga: BUMN Salurkan KUR Rp253 Triliun, Erick Thohir Dukung Pertanian Indonesia

Pemerintah memang meningkatkan plafon KUR di 2021 menjadi sebesar Rp253 triliun, meningkat dibandingkan plafon yang telah ditetapkan sebelumnya yaitu sebesar Rp220 triliun. Peningkatan tersebut merupakan respon atas antusiasme pelaku UMKM yang tinggi akan kehadiran KUR dengan suku bunga rendah dan juga harapan pemulihan usaha UMKM.

Di tengah upaya pemulihan ekonomi nasional pasca Covid-19, pemerintah akan terus memacu penyaluran KUR sebagai upaya mendorong dan mengembangkan UMKM agar dapat membantu pemerataan dan pertumbuhan ekonomi secara nasional.

Pemerintah juga memutuskan untuk memberikan tambahan subsidi bunga KUR sebesar 3% selama 6 bulan.

Perekonomian Indonesia telah melewati posisi dengan kontraksi terdalam pada triwulan II 2020 yaitu sebesar -5,32 persen (yoy). Kondisi ini berdampak pada penyaluran KUR yang sempat mengalami perlambatan.

Penyaluran KUR berangsur membaik terutama di kuartal III-2020 dan terlihat pada November 2020, realisasi penyaluran per bulan sebesar Rp23,9 triliun. Penyaluran ini bahkan lebih baik dibandingkan dengan periode normal, sebelum pandemi, pada Februari 2020 yang tercatat sebesar Rp19,2 triliun.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini