BEI Bocorkan IPO GoTo, Bidik Rp29 Triliun

Antara, Jurnalis · Rabu 28 Juli 2021 16:52 WIB
https: img.okezone.com content 2021 07 28 278 2447414 bei-bocorkan-ipo-goto-bidik-rp29-triliun-RY72Df9SVc.jpg BEI soal Kabar GoTo IPO. (Foto: Okezone.com)

JAKARTA - Bursa Efek Indonesia (BEI) mengungkapkan ada tiga perusahaan yang segera melantai di bursa melalui mekanisme penawaran umum perdana saham atau IPO.

Namun Direktur Penilaian Perusahaan BEI I Gede Nyoman Yetna tidak menyebutkan nama perusahaan yang akan masuk ke bursa. Dikabarkan adalah GoTo yang merupakan entitas gabungan Gojek dan Tokopedia.

Baca Juga: Banyak Perusahaan IPO dan Investor Pasar Modal, Raup Cuan di Tengah Pandemi

"Kemungkinan di tahun ini ada tiga perusahaan, dengan nanti berbagai macam bentuk. Bisa jadi dua perusahaan yang tadi kita masukkan sebagai bagian unicorn sudah gabung, tapi kan informasinya sudah keluar mereka gabung. Kalau dari sisi jumlah sebetulnya itu tiga kan, tapi yang dua ini sudah bergabung jadi satu. Jadi kalau kita dulu memetakan jumlah unicorn itu termasuk yang belum bergabung. Jadi kalau dari total nanti akan masuk tiga, Bukalapak sudah satu," ujar Nyoman, dikutip dari Antara, Rabu (28/7/2021).

Meski demikian, Nyoman menyampaikan bahwa hingga kini BEI belum menerima dokumen permohonan pencatatan baik dari Gojek, Tokopedia, maupun GoTo.

Baca Juga: IPO, Hasnur Internasional Bidik Rp157 Miliar

"Kemungkinan proposalnya masuk ke kita jadi satu ya, yang lebih giant lagi. Secara institusi ada tiga, namun karena melakukan tindakan korporasi nanti akan jadi satu namun dalam bentuk yang besar," kata Nyoman.

Melalui IPO, GoTo dikabarkan membidik dana segar hingga 2 miliar dolar AS atau setara dengan Rp29 triliun melalui IPO. Berdasarkan sumber yang dikutip Bloomberg, GoTo dikabarkan sedang berdiskusi dengan beberapa investor demi mendapatkan komitmen pendanaan sekitar USD1-2 miliar jelang IPO di pasar Indonesia dan Amerika Serikat.

Valuasi GoTo sendiri disebut mencapai USD25-30 miliar atau Rp362,5 triliun hingga Rp 435 triliun. GoTo disebut akan melakukan IPO di BEI terlebih dahulu sebelum mencatatkan diri di bursa saham AS. Namun belum diketahui, apakah target dana tersebut akan diperoleh dari hasil IPO di dua negara atau hanya satu negara saja.

Untuk Bukalapak sendiri, Nyoman menambahkan apabila nanti Bukalapak sudah resmi tercatat di BEI akan menambah kapitalisasi pasar modal domestik mencapai Rp87,6 triliun. Apabila GoTo juga jadi melantai di bursa tahun ini, nilai kapitalisasi pasar modal akan bertambah besar dan dinilai bisa membuat pasar modal domestik menjadi semakin menarik bagi investor.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini