BTN Kantongi Laba Rp920 Miliar di Kuartal II-2021, Naik 19,8%

Azhfar Muhammad, Jurnalis · Rabu 28 Juli 2021 17:28 WIB
https: img.okezone.com content 2021 07 28 278 2447435 btn-kantongi-laba-rp920-miliar-di-kuartal-ii-2021-naik-19-8-mdf6Kz2iWs.jpeg BTN Kantongi Laba Rp920 Miliar (Foto: Shutterstock)

JAKARTA - PT Bank Tabungan Negara (Persero) Tbk (BBTN) mencatatkan laba bersih Rp920 miliar pada kuartal II-2021. Laba ini meningkat 19,87% jika dibandingkan periode yang sama tahun lalu yang mencapai Rp768 miliar.

"Upaya perbaikan yang saat ini sudah mulai dirasakan di antaranya adalah loan to deposit rasio itu dari dua tahun lalu itu 111,27 % dan sekarang di triwulan II menunjukan perbaikan rasio yang ideal di 89,17%," kata Direktur Utama Bank BTN Haru Koesmahargyo dalam konferensi virtual, Jakarta, Rabu (28/7/2021).

Dirinya menyampaikan hal tersebut diiringi oleh efisiensi penurunan suku bunga simpanan atau cost of fund dari 5,16% dan turun menjadi 3,45%.

"Penurunan ini akan memberikan manfaat bagi nasabah dan juga bank BTN untuk mendapatkan suku bunga yang lebih terjangkau. Kami juga melakukan perbaikan dalam sisi non performing loan seperti NPL Gross tahun lalu 47,1% dan kuartal ini 4,10 %," katamya.

Sementara itu, BTN mencatatkan pertumbuhan kredit dan pembiayaan 5,59% secara yoy. Pertumbuhan ini ditopang pertumbuhan Kredit Pemilikan Rumah (KPR).

"Dalam laporan keuangan kami menunjukkan per kuartal II/2021, Bank BTN mencatatkan pertumbuhan penyaluran kredit dan pembiayaan sebesar 5,59% secara tahunan (year onyear) dari Rp251,83 triliun menjadi Rp265,9 triliun," katanya.

Pertumbuhan penyaluran kredit tersebut juga disertai dengan perbaikan kualitas dan peningkatan pencadangan untuk menjaga bisnis terus tumbuh berkelanjutan yang diakibatkan kredit pemilikan rumah subsidi.

"Kredit Pemilikan Rumah (KPR) subsidi masih menjadi motor utama penggerak penyaluran kredit Bank BTN dengan kenaikan sebesar 11,17% yoy menjadi Rp126,29 triliun per kuartal II-2021. KPR Non-subsidi juga tumbuh perlahan di level 0,90% yoy menjadi Rp80,59 triliun. Kredit konsumer non-perumahan juga tercatat meningkat di level 17,47% yoy menjadi Rp5,43 triliun pada kuartal II-2021," paparnya.

Meskipun demikian pihaknya menyebutkan peran positif pemerintah melalui program Pemulihan Ekonomi Nasional turut mendorong kinerja positif BTN.

“Upaya peningkatan bisnis yang kami lakukan juga bertujuan untuk memenuhi kebutuhan rumah masyarakat Indonesia yang semakin mendesak di masa pandemi ini. Kami berupaya terus mencatatkan pertumbuhan positif yang berkelanjutan sehingga Bank BTN dapat terus menyediakan rumah untuk rakyat,” katanya.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini