Duh! Rasio Kewirausahaan Indonesia 3,47%, Tertinggal Jauh dari Malaysia-Singapura

Rina Anggraeni, Jurnalis · Rabu 28 Juli 2021 18:51 WIB
https: img.okezone.com content 2021 07 28 320 2447493 duh-rasio-kewirausahaan-indonesia-3-47-tertinggal-jauh-dari-malaysia-singapura-2wO4lTiira.jpg Menkop UKM Teten Masduki (Foto: Okezone)

JAKARTA - Menteri Koperasi dan UKM Teten Masduki menyatakan rasio kewirausahaan Indonesia baru 3,47%. Angkanya masih di bawah beberapa negara di Asia Tenggara lainnya.

"Rasio kewirausahaan Indonesia masih mencapai 3,47% dibandingkan dengan rasio negara-negara di Asean seperti Thailand 4,26%, Malaysia 4,74%, Singapura 8,76%, dan negara maju lainnya 12%. Untuk menjadi negara maju diperlukan rasio kewirausahaan paling tidak mencapai 4%," kata Teten di Jakarta, Rabu (28/7/2021)

Untuk mencapai target rasio minimum tersebut dibutuhkan dukungan dari seluruh stakeholder melalui sinergi dan kolaborasi. "Kami mengucapkan terima kasih dan apresiasi setinggi-tingginya kepada Astra senantiasa hadir dan berdampingan terus-menerus dengan pemerintah dalam membina dan menumbuhkan UMKM," tuturnya.

Baca Juga: Asyik! BLT UMKM Rp1,2 Juta Cair, Sri Mulyani Gelontorkan Rp3,6 Triliun

Teten mengatakan pemerintah menargetkan rasio kewirausahaan Indonesia mencapai 3,9% pada 2024. Bahkan sudah tertuang dalam rancangan pembangunan jangka menengah nasional (RPJMN) 2020-2024.

Pemerintah juga sedang mendorong ekspor dari produk UMKM. Ini dikarenakan ekspor UMKM baru 14% dari total nilai ekspor. Tentu berbanding jauh dengan Jepang yang ekspor UMKM-nya mencapai 54% dan China yang sudah menyentuh 70%.

Baca Juga: Presiden Tambah Bansos hingga Bantuan UMKM

Di Indonesia, kata Teten, kebanyakan UMKM baru memproduksi makanan. Sedangkan UMKM di negara lain sudah sangat masif memproduksi produk kreatif di sektor teknologi

Teten menegaskan pihaknya terusberupaya mendorong pelaku UMKM dalam negeri menjadi lebih kreatif. Khususnya untuk menghasilkan produk dan bisa terhubung dengan rantai pasok industri. Apalagi baru sebanyak 4,1% UMKM yang terhubung dalam rantai pasok industri.

"Sebagian besar UMKM masih produksi kerupuk, dodol. Belum masuk misalnya produk-produk kreatif dan inovasi teknologi. Itu yang kami targetkan agar ekspor naik," tutup Teten.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini