RI Punya 'Harta Karun' Energi Terbesar Nomor 2 di Dunia

Oktiani Endarwati, Jurnalis · Kamis 29 Juli 2021 16:49 WIB
https: img.okezone.com content 2021 07 29 320 2447974 ri-punya-harta-karun-energi-terbesar-nomor-2-di-dunia-hYMGf46nXX.jpg Potensi Panas Bumi di Indonesia (Foto: Okezone)

JAKARTA - Besarnya potensi energi panas bumi di Indonesia belum termanfaatkan secara optimal. Tercatat, dari sekitar 23,76 Giga Watt (GW) potensi panas bumi, pemanfaatannya baru sebesar 2,17 GW atau hanya 9,1% dari total potensi yang ada.

Direktur Jenderal Energi Baru Terbarukan dan Konservasi Energi (EBTKE) Kementerian ESDM Dadan Kusdiana mengatakan, Indonesia menempati urutan ke-2 terbesar di seluruh dunia, di bawah Amerika Serikat, berdasarkan sumber daya panas bumi dan kapasitas terpasang.

Baca Juga: Holding BUMN Geothermal Bisa Jadi Perusahaan Energi Terbesar Dunia

Sebagian pembangkit listrik tenaga panas bumi (PLTP) berada di Jawa dan Sumatera. Oleh karena itu, optimalisasi panas bumi diperlukan agar dapat dilakukan pemanfaatan potensi panas bumi di wilayah lain di Indonesia.

"Angkanya masih 9% dan kita punya roadmap untuk segera mempercepat pemanfaatannya," ujarnya dalam diskusi Urgensi Transisi Energi ke Panas Bumi, Kamis (29/7/2021).

Saat ini ada 14 Wilayah Kerja Panas Bumi (WKP) yang telah produksi sebesar 2.175,7 MW dengan rencana pengembangan ekspansi 1.347,6 MW.

Dadan menuturkan, beberapa tantangan pengembangan panas bumi antara lain akses pendanaan dan risiko eksplorasi. Wilayah potensi panas bumi yang berada di area prospek pada kawasan konservasi dan Tropical Rainforest Heritage of Sumatera (TRHS) juga menjadi tantangan tersendiri dalam melakukan pengembangan panas bumi.

Tantangan lainnya, efisiensi biaya untuk harga listrik panas bumi yang lebih kompetitif, dinamika sosial, hingga permintaan kelistrikan setempat.

"Biaya yang mahal dari pengembangan energi panas bumi di awal itu harus investasi untuk infrastruktur pendukung jalan. Ini kami konsultasikan dengan Kementerian PUPR agar bisa didorong pembangunan jalan karena akan menjadi kepentingan publik juga," katanya.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini