Erick Thohir Sebut Himbara Restrukturisasi hingga Rp470 Triliun

Suparjo Ramalan, Jurnalis · Jum'at 30 Juli 2021 15:31 WIB
https: img.okezone.com content 2021 07 30 320 2448516 erick-thohir-sebut-himbara-restrukturisasi-hingga-rp470-triliun-88orX06K5M.jpg Menteri BUMN Erick Thohir. (Foto: Okezone.com/BUMN)

JAKARTA - Restrukturisasi kredit pelaku Usaha Mikro, Kecil dan Menengah (UMKM) dan korporasi swasta mencapai Rp470 triliun. Program tersebut dijalankan oleh Himpunan Bank Milik Negara (Himbara) sejak 2020.

Menteri BUMN Erick Thohir mengatakan, program restrukturisasi penting dilakukan untuk mendorong kinerja kedua jenis pelaku usaha di tengah ketidakpastian ekonomi nasional.

Baca Juga: Gandeng BUMN, Erick Thohir: Kita Dukung Kreativitas Anak Muda

Harapannya, restrukturisasi kredit menjadi stimulus bagi pertumbuhan ekonomi dalam negeri. Sebab, UMKM dan koperasi menjadi tulang punggung penggerak ekonomi makro Indonesia.

"Kita kemarin merestrukturisasi secara besar-besaran yang namanya korporasi dan UMKM yang nilainya hampir Rp470 triliun, karena kita tahu, terlepas dari pemerintah, terlepas dari BUMN, ingat roda perekonomian kita ada dua (UMKM dan korporasi) yang terpenting," ujar Erick dalam sesi wawancara dengan salah satu TV Swasta, dikutip Jumat (30/7/2021).

Baca Juga: BUMN Buka Lowongan Kerja Lagi, Cek Syaratnya

Secara agregat, pemerintah melalui Otoritas Jasa Keuangan (OJK) sudah memutuskan memperpanjang restrukturisasi kredit perbankan dari Maret 2021 menjadi Maret 2022.

Kebijakan itu dinilai membantu perbankan mengurangi risiko kredit selama krisis pandemi Covid-19 di masa pemulihan ekonomi nasional (PEN).

Dalam kesempatan itu, Erick juga mencatat, nilai Kredit Usaha Rakyat (KUR) 2021 yang ditugaskan pemerintah kepada bank pelat merah mencapai 92 persen dari target sebesar Rp253 triliun.

"Belum lagi penugasan di KUR, KUR ini sekarang, tahun ini Rp253 triliun, kalau tidak salah angkanya 92% distribusi KUR itu dari bank-bank Himbara. Nah, hal-hal ini yang kita lihat kenapa tadi, bagaimana kita memastikan tadi, secara bisnis, dunia usaha sebagai ekosistem tetap kita dukung dengan baik dan kita coba menekan pengurangan pegawai," katanya.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini