Share

Peluang IHSG Melanjutkan Penguatan pada Level 6.137

Aditya Pratama, Jurnalis · Selasa 03 Agustus 2021 07:37 WIB
https: img.okezone.com content 2021 08 03 278 2449941 peluang-ihsg-melanjutkan-penguatan-pada-level-6-137-RXIjIPcFrx.jpg IHSG Diprediksi Menguat. (Foto: Okezone.com)

JAKARTA - Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) diprediksi lanjutkan penguatan pada perdagangan hari ini. Indeks saham akan bergerak pada level 6.080-6.137.

Menurut Analis Reliance Sekuritas, Lanjar Nafi, secara teknikal IHSG berhasil bertahan di atas level moving average 20 hari dan whipsaw di level moving average 5 hari. Pergerakan IHSG seakan menahan pelemahan dari trend negatif dan melanjutkan trend positif jangka panjang yang memiliki level trendline dikisaran 6.050.

Baca Juga: IHSG Turun 0,52% ke Level 6.070 pada Pekan Terakhir Juli 2021

"Indikator stochastic dan RSI memberikan peluang kejenuhan pada momentum bearish yang mendekati area oversold. Sehingga selanjutnya IHSG berpotensi kembali terkonsolidasi mencoba menguat dengan support resistance 6.080-6.137," ujar Lanjar dalam risetnya, Selasa (3/8/2021).

Adapun saham-saham yang dapat dicermati secara teknikal, di antaranya; SMGR, RALS, MAPI, ADHI, ASII, BBNI, INTP, JPFA, PGAS, SILO, UNVR, WSKT.

Baca Juga: 5 Fakta Turunnya IHSG Sepekan, Kapitalisasi Pasar Jadi Rp7.233,760 Triliun

Sebelumnya, IHSG ditutup menguat 26,50 poin atau 0,44 persen ke level 6.096 setelah bergerak cenderung flat dekat zona negatif selama jam perdagangan. Saham TLKM, UNVR, BRPT, CPIN dan ASII berhasil menopang IHSG untuk kuat dizona positif disaat saham ARTO, TOWR dan TPIA menekan. Data ekonomi yang rilis diawal pekan dan awal bulan bervariasi dimana terjadi kontraksi yang cukup dalam pada indeks kinerja manufaktur Indonesia dan tingkat inflasi yang alami peningkatan secara Tahunan untuk bulan Juli 2021.

Indeks PMI manufaktur turun kelevel 40.1 dari 53.5 dari periode sebelumnya dan tingkat inflasi naik 1.52% dari 1.33% dari periode sebelumnya. Dampak dari PPKM Darurat di bulan lalu terlihat pada akitivitas kinerja sektor manufaktur namun masih dapat membuat tingkat inflasi tahunan bertumbuh.

Leader:

TLKM, UNVR, BRPT, CPIN, ASII

Laggard:

ARTO, TOWR, TPIA, SLIS, BINA

Sementara itu, Bursa Asia berpotensi tertekan dihari selasa setelah ekuitas AS berbalik terkoreksi pada perdagangan semalam. Imbal hasil Treasury jatuh dan harga minyak turun di tengah kekhawatiran pemulihan ekonomi dari pandemi kehilangan momentum akibat gelombang lanjutan covid-19.

Minyak jatuh paling dalam dalam dua minggu karena virus merusak prospek konsumsi, termasuk di China di mana laporan ekonomi juga menunjukkan perlambatan dari ekspansi puncak pada indeks PMI Manufaktur. Indeks Futures jatuh di Jepang dan Australia dan sedikit berubah di Hong Kong.

Harga CPO turun signifikan sebesar 5.77% dan Komoditas energy mayoritas alami pelemahan dengan Minyak mentah turun 3.64% dan batubara turun 0.21%. Secara sentimen IHSG berpotensi melemah mengiringi potensi pelemahan indeks saham regional dan global.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini