Jurus Sri Mulyani Pertahankan Pertumbuhan Ekonomi Kuartal III

Antara, Jurnalis · Kamis 05 Agustus 2021 22:05 WIB
https: img.okezone.com content 2021 08 05 320 2451596 jurus-sri-mulyani-pertahankan-pertumbuhan-ekonomi-kuartal-iii-Rdeu9cjSBs.jpg Menteri Keuangan Sri Mulyani. (Foto: Okezone.com)

JAKARTA - Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati menyiapkan berbagai strategi mempertahankan momentum perbaikan perekonomian yang terjadi pada triwulan II, sehingga dapat terakselerasi pada pertumbuhan ekonomi triwulan III.

“Strateginya adalah tetap mengakselerasi menggunakan semua resources yang sudah dialokasikan dalam PEN sehingga diharapkan meningkatkan kemampuan ekonomi terutama pada triwulan III dan IV,” katanya, dikutip dari Antara, Kamis (5/8/2021).

Baca Juga: Ekonomi Tumbuh 7,07% Tertinggi sejak 2004, RI Akhirnya Keluar dari Resesi

Dia mengatakan, berbagai insentif dunia usaha tetap diteruskan seperti kebijakan listrik, insentif abonemen minimal, dan insentif perpajakan yang diperpanjang sampai akhir tahun sehingga memberikan cash flow bagi sektor usaha.

Tak hanya itu, insentif yang langsung dinikmati oleh pengusaha seperti insentif di bidang perpajakan termasuk relaksasi PPnBM dinilai mampu memantik permintaan dan meningkatkan ketahanan sektor usaha.

Baca Juga: Ekonomi RI Tumbuh 7,07%, Menko Airlangga: Lebih Tinggi dari Vietnam, Jepang hingga Korsel

Berbagai insentif perpajakan ini masuk dalam program insentif usaha yang sudah berjalan baik yaitu dari alokasi Rp62,83 triliun terealisasi 77% atau Rp48,3 triliun.

Kemudian, jaminan modal kerja diharapkan bisa terakselerasi sehingga semakin meningkatkan kredit perbankan dan memantik penyehatan sektor-sektor korporasi.

Selain itu, pemerintah juga tetap akan melakukan penempatan dana pada perbankan untuk mendorong penyaluran kredit sekaligus menyerap peningkatan total penyaluran KUR tahun ini.

Insentif-insentif tersebut masuk dalam program dukungan UMKM dan korporasi yang memiliki anggaran Rp161,2 triliun dan baru terealisasi Rp52,4 triliun atau 32,3%.

Program prioritas pun akan terus diakselerasi karena akan meningkatkan baik dari sisi kinerja sektor seperti pariwisata, ketahanan pangan, ICP dan berbagai kegiatan padat karya.

Program prioritas yang memiliki alokasi Rp117,94 triliun baru terealisasi Rp47,3 triliun atau 40% sehingga akan dieksekusi pada triwulan III dan IV untuk menciptakan multiplier effect serta menjadi katalis bagi pemulihan ekonomi.

Untuk program perlindungan sosial yang saat ini masih terealisasi 49% yaitu dari Rp187,84 triliun baru tersalurkan Rp91 triliun juga akan diakselerasi.

Terakhir, Sri Mulyani pun meminta belanja di daerah dapat terakselerasi karena pada triwulan I dan II belanja daerah baik melalui TKDD dan APBD masih terkontraksi 6,8%.

Ia menuturkan pemerintah pusat telah melakukan belanja hingga tumbuhnya mencapai 19,1% bahkan belanja K/L tumbuh 28%.

“Kalau APBD dan TKDD bisa dikejar pada triwulan III dan IV maka kita bisa berharap ini akan mendukung pemulihan ekonomi terutama di daerah,” tegasnya.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini