44 Tahun Pasar Modal Indonesia, Presiden Jokowi: Saya Mendengar Kabar Baik

Aditya Pratama, Jurnalis · Selasa 10 Agustus 2021 10:55 WIB
https: img.okezone.com content 2021 08 10 278 2453498 44-tahun-pasar-modal-indonesia-presiden-jokowi-saya-mendengar-kabar-baik-2n1FfBMRa3.jpg Presiden Joko Widodo Apresiasi Kinerja Pasar Modal Indonesia. (Foto: Okezone.com/Biro Setpres)

JAKARTA - Pasar Modal Indonesia memperingati HUT ke-44 sekaligus 44 tahun diaktifkannya kembali pasar modal di Tanah Air. Peringatan ini disambut dengan serangkaian catatan positif yang ditorehkan Self-Regulatory Organization (SRO) pasar modal.

Presiden Joko Widodo (Jokowi) pun menyambut baik catatan positif yang ditorehkan pasar modal Indonesia dalam 44 tahun diaktifkannya kembali. Mulai dari kenaikan jumlah investor yang melesat dalam beberapa tahun belakangan.

Baca Juga: BEI Sanksi Emiten ABBA dan MARI, Kenapa Ya?

"Saya mendengar kabar baik dari pasar modal, pasar modal Indonesia juga mencatat kenaikan jumlah investor yang signifikan, sampai Juli 2021 meningkat 50,04% naik lebih dari empat kali lipat sejak tahun 2017, yang saya senang adalah peningkatan investor di pasar modal didominasi investor domestik, didominasi kaum milenial. Kenaikan jumlah investor ini akan berkontribusi untuk menahan tekanan pasar," ujar Jokowi dalam acara Seremoni Pembukaan Perdagangan dan Konferensi Pers dalam Rangka 44 Tahun Diaktifkannya Kembali Pasar Modal Indonesia secara virtual, Selasa (10/8/2021).

Jokowi juga mengapresiasi jumlah perusahaan yang melaksanakan penawaran umum saham perdana atau Initial Public Offering (IPO) tidak menurun meskipun di tengah kondisi pandemi Covid-19.

Baca Juga: Transaksi Pasar Modal pada 9 Agustus 2021 Dikonversi Jadi Dana Penanganan Covid-19

"Selama pandemi jumlah perusahaan yang melakukan ipo di Bursa tidak menurun, jumlah IPO-nya tetap tertinggi di Asean, sampai akhir Juli 2021 tercatat ada 27 IPO baru, capaian yang baik ini telah dicapai selama empat tahun berturut-turut," kata dia.

Meskipun menorehkan berbagai catatan positif, Jokowi menekankan pentingnya kewaspadaan di kuartal III-2021 yang disebutnya kondisi perekonomian akan lebih berat. Dia menyebut penyebaran Covid-19 varian Delta pada awal Juli telah memaksa negara untuk memperketat mobilitas masyarakat yang tentu saja berdampak pada ekonomi nasional dan ini patut diwaspadai termasuk dari pasar modal.

"Pasar modal Indonesia punya peluang tumbuh lebih baik ketika masuk ke situasi pandemi pada saat penerapan PSBB pertama dan PSBB kedua nilai transaksi harian di Bursa justru meningkat jadi Rp7,5 triliun sampai dengan Rp8 triliun, bahkan setelah PSBB kedua berakhir nilai transaksi harian bahkan mencapai Rp13,1 triliun," ucapnya.

"Momentum ini harus terus dijaga, peningkatan kepercayaan pada pasar modal Indonesia harus menjadi prioritas, digitalisasi harus dipercepat, produk produktivitas dan kualitas pelayanan harus diperbaiki, penegakan hukum harus dilakukan secara tegas dan transparan, dan ekosistem ekonomi nasional harus sama-sama kita perbaiki," sambungnya.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini