KPEI: Tidak Ada Kasus Gagal Bayar di Pasar Modal hingga Akhir Juli 2021

Aditya Pratama, Jurnalis · Selasa 10 Agustus 2021 17:58 WIB
https: img.okezone.com content 2021 08 10 278 2453804 kpei-tidak-ada-kasus-gagal-bayar-di-pasar-modal-hingga-akhir-juli-2021-015q9VjxNB.jpg KPEI: Tak Ada Kasus Gagal Bayar (Foto: Okezone)

JAKARTA - PT Kliring Penjamin Efek Indonesia (KPEI) mencatat kinerja positif hingga akhir Juli 2021, di mana tercatat rata-rata efisiensi penyelesaian dari mekanisme kliring secara netting untuk nilai transaksi bursa sebesar 59,97 persen.

Sementara efisiensi dari sisi volume transaksi bursa mencapai 66,76 persen. Hal ini mengalami peningkatan dibanding akhir tahun 2020 yang sebesar 55,01 persen dan 61,42 persen.

Baca Juga: Tertinggi, Nilai Transaksi Harian Bursa Capai Rp9,306 Triliun

Direktur Utama Kliring Penjamin Efek Indonesia (KPEI) Sunandar mengatakan, pihaknya secara efektif telah menjalankan fungsinya sebagai lembaga yang mengelola risiko yang mungkin timbul atas setiap transaksi dan proses penyelesaian transaksi yang dilakukan.

"Hal ini antara lain tercermin dari tidak adanya kasus gagal bayar sampai dengan akhir Juli 2021," ujar Sunandar dalam konferensi pers Peringatan 44 Tahun Diaktifkannya Kembali Pasar Modal Indonesia, Selasa (10/8/2021).

Untuk mengantisipasi kegagalan penyelesaian transaksi bursa dan mengelola risiko kredit, KPEI melakukan pengelolaan agunan Anggota Kliring (AK) dan nasabahnya dengan total nilai agunan per Juli 2021 mencapai Rp27,42 triliun, yang terdiri dari agunan online sebesar Rp21,55 triliun dan agunan offline sebesar Rp5,87 triliun.

Adapun sumber keuangan (last resort) per Juli 2021 untuk penjaminan penyelesaian transaksi bursa, yaitu Dana Jaminan, telah mencapai Rp5,90 triliun, mengalami peningkatan dari nilai sebelumnya di akhir tahun 2020 senilai Rp5,47 triliun dan untuk Cadangan Jaminan pada akhir Juli 2021 mengalami kenaikan menjadi Rp164,51 miliar yang berasal dari penyisihan sebesar 5 persen dari laba bersih KPEI tahun 2020 sesuai persetujuan Rapat Umum Pemegang Saham Tahunan (RUPST) KPEI pada 21 Juni 2021.

Saat ini, KPEI bersama OJK dan SRO lainnya tengah melakukan serangkaian pengembangan, antara lain sistem kliring obligasi, implementasi produk derivatif Bursa, pengembangan kliring waran terstruktur serta pengembangan sistem elektronik RKAT (e-RKAT).

"KPEI juga tengah melakukan berbagai inisiatif strategis untuk meningkatkan daya dukung infrastruktur dan pengembangan layananannya, antara lain peningkatan kinerja sistem e-CLEARS, peningkatan kapasitas sistem e-IPO KPEI, pengembangan sistem pengelolaan agunan yang terintegrasi, pengembangan Pinjam Meminjam Efek (PME)-Bilateral, penyempurnaan sistem Triparty Repo, implementasi reksadana sebagai agunan offline, serta analisis, monitoring dan perhitungan parameter risiko yang berbasis big data," kata dia.

KPEI yang secara resmi telah menerima persetujuan prinsip dari Bank Indonesia untuk menjadi Central Couterparty (CCP) atas transaksi derivatif Suku Bunga dan Nilai Tukar Over The Counter (SBNT OTC) pada 13 Agustus 2020 lalu, saat ini tengah mempersiapkan pengembangan infrastruktur dan sistem operasional, penyusunan peraturan, serta penyempurnaan metode dan sistem manajemen risiko untuk pengajuan izin usaha.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini