Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement

Serikat Karyawan Bongkar 2 Masalah Utama Garuda Indonesia, Apa Itu?

Suparjo Ramalan , Jurnalis-Selasa, 10 Agustus 2021 |13:46 WIB
Serikat Karyawan Bongkar 2 Masalah Utama Garuda Indonesia, Apa Itu?
Serikat Karyawan Bongkar 2 Masalah Utama Garuda Indonesia (Foto: Garuda Indonesia)
A
A
A

JAKARTA - Serikat Bersama Karyawan Garuda Indonesia Bersatu (Sekber) mencatat ada dua masalah utama yang dihadapi PT Garuda Indonesia (Persero) Tbk (GIAA). Kedua masalah ini dinilai harus menjadi perhatian Kementerian BUMN.

Koordinator Sekber Karyawan Garuda Indonesia, Tomy Tampatty menyebut, masalah tersebut dari sisi keuangan atau utang emiten senilai Rp70 triliun dan menurunnya kinerja operasional akibat dari dampak Covid-19.

"Bahwa saat ini ada dua permasalahan utama Garuda Indonesia yang harus menjadi perhatian para pengambil keputusan, pertama permasalahan keuangan terutama utang yang cukup besar ditambah lagi dengan menurunnya kinerja operasional akibat dari dampak Covid-19," ujar Tomy di kawasan Kementerian BUMN, Jakarta, Selasa (10/8/2021).

Baca Juga: Sambangi Kantor Erick Thohir, Karyawan Garuda Indonesia Bahas Utang Rp70 Triliun

Kedua adalah permasalahan fundamental bisnis yang perlu ditata kembali dan dikelola secara optimal guna mengoptimalisasi pendapatan. Tomy menilai, untuk menghadapi kondisi tersebut dibutuhkan sumber daya manusia yang memahami sektor bisnis airlines.

Dia berpandangan, selama ini manajemen terkesan berasumsi bahwa masalah Garuda hanya masalah keuangan semata. Akibatnya, manajemen berkutak kutik pada proses reengineering bidang keuangan semata termasuk restrukturisasi hutang sebagai pilar utamanya

Namun, belum menyentuh akar masalah dan cenderung memindahkan masalah jangka pendek menjadi masalah jangka panjang. Padahal, masalah fundamental bisnis untuk penciptaan laba dianggap terabaikan.

"Seperti dalam hal ketepatan memilih alat produksi, ketepatan memilih rute yang diterbangi dan ketepatan people process technologi yang dijalankan sehingga bisnisnya menjadi untung," katanya.

Ke depan, kata Tomy, manajemen perlu mengembangkan ekosistem aviasi dan pariwisata dalam suatu strategi bertahan dan tumbuh melalui kolaborasi dan sinergi yang kuat antar BUMN, BUMD, Swasta, UMKM dan pemerintah, sehingga semua stakeholder.

(Dani Jumadil Akhir)

Ekonomi Okezone menyajikan berita ekonomi terkini dan terpercaya. Dapatkan wawasan tentang tren pasar, kebijakan ekonomi, dan pergerakan finansial di Indonesia dan dunia.

Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Berita Terkait
Telusuri berita finance lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement