Sambangi Kantor Erick Thohir, Karyawan Garuda Indonesia Bahas Utang Rp70 Triliun

Suparjo Ramalan, Jurnalis · Selasa 10 Agustus 2021 11:15 WIB
https: img.okezone.com content 2021 08 10 320 2453514 sambangi-kantor-erick-thohir-karyawan-garuda-indonesia-bahas-utang-rp70-triliun-2ZZuFGhtC2.png Serikat Karyawan Garuda Indonesia Sambangi Kantor Erick Thohir. (Foto: Okezone.com.KBUMN)

JAKARTA - Serikat Bersama Karyawan Garuda Indonesia Bersatu (Sekber) menyambangi Kementerian BUMN. Serikat karyawan Garuda menyampaikan permohonan dukungan kepada Menteri BUMN Erick Thohir perihal kinerja PT Garuda Indonesia (Persero) Tbk.

"Menyikapi kondisi Garuda Indonesia (Persero) Tbk, saat ini, maka kami Karyawan Garuda Indonesia Bersatu akan mendatangi kantor Kementerian BUMN untuk menyampaikan permohonan dukungan kepada Bapak Menteri BUMN, Erick Thohir," ujar Koordinator Sekber Karyawan Garuda Indonesia, Tomy Tampatty, dalam keterangannya, Selasa (10/8/2021).

Baca Juga: Garuda Indonesia Rugi Rp5,5 Triliun, Pendapatan Anjlok 54%

Saat ini, maskapai penerbangan pelat merah tercatat memiliki utang besar Rp70 triliun. Kondisi itu diperparah oleh cash flow perusahaan yang kian memburuk akibat pandemi Covid-19.

Sementara itu, pemegang saham sudah menawarkan empat opsi bagi Garuda Indonesia. Dari keempat opsi tersebut, dua di antaranya adalah restrukturisasi kinerja keuangan atau melikuidasi maskapai penerbangan nasional tersebut.

Baca Juga: Garuda Indonesia Lolos dari Gugatan Pailit, 9 Pesawat Harus Direlokasi

Adapun keempat opsi tersebut, pertama, pemerintah terus mendukung kinerja Garuda melalui pinjaman ekuitas. Meski begitu, dalam catatan pemegang saham, pemerintah berpotensi meninggalkan maskapai penerbangan pelat merah itu dengan hutang warisan yang besar.

Kedua, menggunakan legal bankruptcy untuk merestrukturisasi kewajiban Garuda, seperti utang, sewa, dan kontrak kerja. Ketiga, Garuda dibiarkan melakukan restrukturisasi. Pada saat bersamaan, mulai mendirikan perusahaan maskapai penerbangan domestik baru yang akan mengambil alih sebagian besar rute domestik Garuda.

Ketiga, Garuda dibiarkan melakukan restrukturisasi. Pada saat bersamaan, mulai mendirikan perusahaan maskapai penerbangan domestik baru yang akan mengambil alih sebagian besar rute domestik Garuda.

Keempat, Garuda akan dilikuidasi. Dalam opsi ini, pemerintah akan mendorong sektor swasta untuk meningkatkan layanan udara. Misalnya dengan pajak bandar udara (bandara) atau subsidi rute yang lebih rendah. Jika opsi terakhir menjadi pilihan pemerintah, maka Indonesia secara resmi tidak lagi memiliki national flag carrier.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini