Share

Penjualan Ponsel Laris Manis, Erajaya Raup Laba Rp558 Miliar

Agregasi Harian Neraca, Jurnalis · Jum'at 13 Agustus 2021 14:20 WIB
https: img.okezone.com content 2021 08 13 278 2455107 penjualan-ponsel-laris-manis-erajaya-raup-laba-rp558-miliar-DpGSwipoUI.jpg Erajaya Raup Laba (Foto: Okezone/Shutterstock)

JAKARTA - Melonjaknya penjualan ponsel di tengah pandemi Covid-19 memberikan dampak terhadap kinerja keuangan PT Erajaya Swasembada Tbk (ERAA). Di mana perseroan pada semester pertama 2021 meraih laba bersih sebesar Rp558,54 miliar atau melonjak 393,8% dibandingkan periode sama tahun 2020 yang tercatat sebesar Rp113,42 miliar.

Hasil itu mendongkrak laba per saham dasar naik menjadi Rp35. Sedangkan di semester I 2020 hanya tercatat Rp7. Informasi tersebut disampaikan perseroan dalam siaran persnya di Jakarta, kemarin.

Sementara penjualan bersih naik 47,91% menjadi Rp12,35 triliun. Rincinya, penjualan telepon selular dan tablet naik 59,8% menjadi Rp17,166 triliun. Hal yang sama terjadi pada penjualan aksesoris yang naik 55,5% menjadi Rp1,49 triliun. Penjualan komputer dan peralatan elektronik juga naik 63,13% menjadi Rp938,38 miliar. Hanya penjualan produk operator yang turun 18,02% menjadi Rp1,775 triliun.

Namun, beban pokok penjualan membengkak 45,8% menjadi Rp19,165 triliun. Sehingga laba kotor naik 61,5% menjadi Rp2,188 triliun. Sementara itu, aset perseroan tercatat tumbuh 1,7% menjadi Rp11,476 triliun. Hal itu ditopang pertumbuhan sebesar 10,3% atas saldo laba belum ditentukan penggunaanya yang tercatat sebesar Rp3,53 triliun.

Baca Juga: Emiten Kemasan Satyamitra (SKML) Bidik Penjualan Rp2,07 Triliun Tahun Ini

Hanya saja, kas yang digunakan untuk aktivitas operasi mencapai Rp1,81 triliun atau memburuk dibandingkan semester I 2020 yang mencatatkan kas bersih yang diperoleh dari aktivitas operasi yang tercatat sebesar Rp2,33 triliun. Asal tahu saja, tahun ini perseroan ekspansi menambah 300 gerai baru dibandingkan tahun lalu sebanyak 135 gerai baru.

Maka guna memuluskan aksi tersebut, perseroan menganggarkan belanja modal (capital expenditure/capex) hingga Rp 300 miliar.

Dari target pembukaan sebanyak 300 gerai baru, dia mengatakan, sebagian besar akan memanfaatkan konsep gerai baru, yakni Erafone Cloud Retail Partner. Dalam konsep ini, gerai dimiliki investor lokal lewat konsep kemitraan. Sedangkan pengelolaan toko diberikan kepada perseroan. “Langkah ini bagian dari inisiatif perseroan untuk menerapkan efisiensi biaya pembukaan toko. Hingga kini, kami telah mengelola 8 toko yang menggunakan konsep Erafone Cloud Retail Partner,” ujar Wakil Direktur Utama Erajaya Swasembada, Joy Wahjudi seperti dikutip Harian Neraca, Jumat (13/8/2021).

Menurut analis Sinarmas Sekuritas, Elvira Natalia, lonjakan kinerja keuangan Erajaya seiring implementasi regulasi IMEI, yaitu IMEI setiap perangkat telekomunikasi telepon genggam dan pintar harus terdaftar di Indonesia untuk bisa digunakan.

Baca Juga: Laba XL Axiata Turun 58,9% di Semester I-2021, Ini Penyebabnya

”Kewajiban pendaftaran IMEI menjadi faktor utama pendongkrak laba bersih dalam tiga kuartal terakhir, yaitu kuartal III-2020 mencapai Rp 182 miliar, kuartal IV-2020 senilai Rp 317 miliar, dan kuartal I-2021 mencapai Rp 278 miliar,” tulis dia dalam risetnya.

Kewajiban seluruh telepon seluler yang dioperasikan di Indonesia wajib mendaftarkan IMEI membuat harga jual telepon genggam lebih stabil dan tingkat kompetisi lebih baik, karena pasar tidak lagi dibanjiri telepon genggam ilegal dengan harga murah.

Sementara menurut analis Ciptadana Sekuritas, Robert, pendapatan ERAA diperkirakan akan meningkat 12,7% secara yoy menjadi Rp 8,8 triliun, dikarenakan volume penjualan yang tinggi dan ASP yang meningkat. Selanjutnya untuk laba bersih yang akan dicatatkan oleh ERAA naik 31,9% secara yoy. Oleh karena itu, dirinya merekomendasikan beli saham ERAA dengan target harga Rp 750 per saham.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini