Industri Hotel dan Restoran Butuh Diskon Listrik, Penghapusan Denda PPB hingga Pajak Reklame

Azhfar Muhammad, Jurnalis · Sabtu 14 Agustus 2021 13:06 WIB
https: img.okezone.com content 2021 08 14 320 2455499 industri-hotel-dan-restoran-butuh-diskon-listrik-penghapusan-denda-ppb-hingga-pajak-reklame-a7kmOWeW5p.jpg Industri Hotel dan Restoran Minta Stimulus Khusus dari Pemerintah. (Foto: Okezone.com)

JAKARTA - Ketua Umum Perhimpunan Hotel dan Restoran Indonesia (PHRI) Hariyadi Sukamdani mengungkapkan kondisi industri perhotelan dan restoran saat ini sangat sulit. Menurutnya diperlukan perhatian khusus dari pemerintah agar industri hotel dan restoran dapat pulih kembali.

"Adapun yang kami harapkan adalah menghilangkan abodemen atau bayar minimum penggunaan listrik, memberikan diskon tarif listrik, dan bagi pelaku usaha hotel dan restoran yang menurunkan daya sementara karena alasan efisiensi, maka pada saat menaikkan daya listrik kembali tidak dipungut biaya," ujarnya, Sabtu (14/8/2021).

Baca Juga: Makan di Restoran Tunjukkan Sertifikat Vaksin, Begini Kata PHRI

Lebih lanjut, Hariyadi, mengharapkan bantuan Kementerian Dalam Negeri berupa penghapusan sementara kewajiban pembayaran, denda atau sanksi keterlambatan pembayaran pajak bumi dan bangunan, pajak reklame, serta pajak penerangan jalan.

Kemudian, pihaknya mengharapkan Kementerian Ketenagakerjaan mengalokasikan Bantuan Langsung Tunai (BLT) untuk sektor usaha hotel dan restoran, dengan kriteria khusus sehingga BLT dapat menyentuh kepada karyawan yang statusnya di rumahkan atau sudah tidak bekerja lagi sebagai akibat pandemi Covid-19.

Baca Juga: Sandiaga Uno Ajak PHRI Sediakan Kamar untuk Isoman Tenaga Kesehatan

Untuk membantu PHRI, Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif atu Kepala Badan Pariwisata dan Ekonomi Kreatif (Menparekraf) Sandiaga Salahuddin Uno gerak cepat memulihkan industri perhotelan dan restoran sebagai bagian penting sektor pariwisata dan ekonomi kreatif.

"Ini adalah salah satu hal yang tentunya sangat menjadi pusat perhatian kami, dan kami prihatin, Kami Kemenparekraf akan bergerak cepat untuk kembali memulihkan industri perhotelan san restoran," ujar Sandiaga.

Sandiaga mengatakan pihaknya siap membantu PHRI dalam memulihkan industri perhotelan dan restoran, agar pelaku pariwisata dan ekonomi kreatif tidak kembali mengibarkan bendera putih sebagai tanda simbol ketidaksanggupan menjalankan usahanya akibat pandemi Covid-19.

"Jadi lebih baik bendera putih itu berubah jadi bendera merah putih. Kita akan gerak cepat, dan berkolaborasi sehingga kita bisa bangkit di saat sulit," ujar Sandiaga.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini