Pendapatan Negara Ditarget Rp1.840 Triliun pada 2022

Tim Okezone, Jurnalis · Senin 16 Agustus 2021 11:33 WIB
https: img.okezone.com content 2021 08 16 320 2456240 pendapatan-negara-ditarget-rp1-840-triliun-pada-2022-6uKHz9UeV7.jpg Presiden Jokowi Sampaikan Pidato Kenegaraan di Gedung MPR-DPR RI. (Foto: Okezone.com/Setpres/Agus Suparto)

JAKARTA - Presiden Jokowi mengincar pendapatan negara Rp1.840,7 triliun pada 2022. Terdiri dari penerimaan perpajakan sebesar Rp1.506,9 triliun dan Penerimaan Negara Bukan Pajak (PNBP) sebesar Rp333,2 triliun.

Adapun mobilisasi pendapatan negara dilakukan dalam bentuk optimalisasi penerimaan pajak maupun reformasi pengelolaan PNBP.

Baca Juga: Tak Tanggung-Tanggung, Sri Mulyani Kucurkan Rp62,8 Triliun untuk Insentif Pajak

"Untuk memperkuat kemandirian dalam pembiayaan pembangunan, kita perlu meneruskan reformasi perpajakan. Reformasi perpajakan bertujuan untuk menciptakan keadilan bagi seluruh rakyat Indonesia," ujarnya, dalam Penyampaian RUU APBN 2022 disertai Nota Keuangan dan Dokumen Pendukungnya, Jakarta, Senin (16/8/2021).

Jokowi mengatakan, reformasi perpajakan tersebut dilakukan melalui perluasan basis pajak, peningkatan kepatuhan, serta perbaikan tata kelola dan administrasi perpajakan dalam rangka meningkatkan rasio perpajakan.

Baca Juga: RI Kantongi Rp2,2 TrilIun dari Pajak Digital

Selain itu, pemberian berbagai insentif perpajakan yang tepat dan terukur diharapkan mampu mendorong percepatan pemulihan dan peningkatan daya saing investasi nasional, serta memacu transformasi ekonomi.

Sementara itu, upaya peningkatan PNBP terus dilakukan, melalui: perbaikan proses perencanaan dan pelaporan PNBP dengan menggunakan teknologi informasi yang terintegrasi, penguatan tata kelola dan pengawasan PNBP.

"Optimalisasi pengelolaan aset, intensifikasi penagihan dan penyelesaian piutang PNBP, serta mendorong inovasi layanan dengan tetap menjaga kualitas dan keterjangkauan layanan," ujarnya.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini