Mohon Maaf! Anggaran Gaji dan Tunjangan PNS Turun, Cuma Rp266,4 Triliun di 2022

Rina Anggraeni, Jurnalis · Senin 16 Agustus 2021 22:14 WIB
https: img.okezone.com content 2021 08 16 320 2456588 mohon-maaf-anggaran-gaji-dan-tunjangan-pns-turun-cuma-rp266-4-triliun-di-2022-jfLV6a7Zrq.jpg PNS (Foto: Okezone)

JAKARTA - Kementerian Keuangan (Kemenkeu) memutuskan anggaran belanja pegawai K/L pada tahun 2022 sebesar Rp266,41 triliun. Anggaran belanja tersebut lebih rendah jika dibandingkan posisi tahun ini yang tercatat Rp267,96 triliun.

Rinciannya, anggaran tersebut digunakan untuk pembayaran gaji dan tunjangan kinerja bagi para aparatur negara sesuai dengan capaian reformasi birokrasi dari masing-masing K/L.

"Pada tahun 2022, anggaran untuk belanja pegawai K/L dialokasikan sebesar Rp266,41 triliun," tulis buku Nota Keuangan, Senin (16/8/2021).

Baca Juga: Jokowi Tak Bahas Gaji PNS dalam Pidato Nota Keuangan, Tidak Jadi Naik?

Berbagai belanja pemerintah memang ditujukan untuk kesehatan dan bantuan sosial. Tentu kesehatan penting. Namun bantuan sosial yang diperluas, dalam hal ini untuk membantu yang mengalami hardship, kemudian untuk membantu disektor pangan dan pendidikan dan yang membantu yang mengalami tekanan di sektor tenaga kerja.

Baca Juga: Pengumuman Hasil Sanggah CPNS 2021 Ditunda hingga 20 Agustus

"Jadi sosial safety net atau jaring sosial pengaman kita di ekspansi baik dari jumlah penerimanya maupun manfaat penerimaannya," katanya.

Konsumsi masyarakat diharapkan tetap menjadi komponen utama yang mendukung kinerja ekonomi dengan didukung penguatan dan penyempurnaan program perlindungan sosial secara efektif dan tepat sasaran bagi masyarakat miskin dan rentan miskin agar tetap dapat memenuhi kebutuhan dasarnya.

Sementara itu, konsumsi Pemerintah akan diarahkan untuk pelayanan publik yang efisien disertai upaya memperkuat spending better. Di sisi lain, berbagai langkah perbaikan iklim investasi, komitmen Pemerintah terhadap penyelesaian proyek strategis nasional yang memiliki multiplier effect yang tinggi terhadap perekonomian, serta terjaganya peringkat sovereign credit rating Indonesia akan mendorong kinerja investasi.

Selanjutnya, perbaikan arus investasi akan memperkuat daya saing produk dalam negeri, sehingga mampu mendorong peningkatan ekspor. Untuk mendorong terciptanya nilai tambah ekonomi yang dapat menjadi sumber pertumbuhan ekonomi nasional maupun daerah, Pemerintah berkomitmen memberikan dukungan program dan kebijakan dalam belanja negara.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini