JAKARTA- Indonesia memperingati Hari Kemerdekaan Republik Indonesia ke-76. Saat ini Indonesia belum merdeka karena masih berada pada jurang resesi ekonomi.
“Ya meskipun kemarin pertumbuhan ekonomi sudah menunjukan baik di 7,07 % dan Pak Jokowi mengatakan tahun depan tumbuh 5% itu kan sementara, Justru tantangannya nanti berada di kurtal ke III dan ke IV,” kata Ekonom sekaligus Direktur Center of Economic and Law Studies Celios Bhima Yudhistira, saat dihubungi MNC Portal Indonesia, Selasa (17/8/2021).
Baca Juga: Melihat Lagi Kondisi Ekonomi Indonesia Pasca-Kemerdekaan 1945
Menurut Bhima, dengan adanya Pemberlakuan perpanjangan PPKM yang terus menerus dan adanya kasus Covid-19 varian delta ini seakan menjadi catatan bagi Pemerintah untuk mewaspadai angka pertumbuhan ekonomi di kuartal ketiga dari berbagai faktor.
“Sehingga saat ini belum bisa dikatakan indonesia lepsas dari resesi atau belum merdeka sepenuhnya di sepanjang 2021 dan ini masih ada dua kuartal di 2021, dan di tahun berikutnya 2022 akan lebih kompleks lagi, dari berbagai tekanan,” ujarnya.
Baca Juga: Optimistis, Menko Airlangga: Perekonomian RI Tumbuh 5%-5,5% Tahun Depan
Adapun tantangan 2022 dirinya mencontohkan seperti tekanan eksternal, kebijakan moneter Amerika Serikat, keluarnya modal asing, giro politik dan faktor komoditas yang fluktuatif.
“Itu adalah faktor kunci yang bisa menumbuhkan dan menjadikan apakah kita ekonominya akan bangkit dan tumbuh cukup lama dan menjadi salah satu tantangan yang akan dihadapi kita sebagai pelaku ekonomi,” ujarnya.
Di samping itu, Bhima mengatakan memaknai makna kemerdekaan dengan menjaga pemulihan ekonomi di Indonesia.
“Sehingga pertumbuhan ekonomi bisa bangkit kembali secara bertahap, bagaimana kita tidak masuk resesi kembali. Bisa merdeka kalau kita mampu dan benar-benar bisa menjaga pertumbuhan pemulihan ekonomi secara berangsur membaik dan bertahap,” pungkasnya.
(Feby Novalius)
Ekonomi Okezone menyajikan berita ekonomi terkini dan terpercaya. Dapatkan wawasan tentang tren pasar, kebijakan ekonomi, dan pergerakan finansial di Indonesia dan dunia.