Share

Optimistis, Menko Airlangga: Perekonomian RI Tumbuh 5%-5,5% Tahun Depan

Tim Okezone, Jurnalis · Senin 16 Agustus 2021 22:43 WIB
https: img.okezone.com content 2021 08 16 320 2456600 optimistis-menko-airlangga-perekonomian-ri-tumbuh-5-5-5-tahun-depan-MEp3iouchz.jpg Menko Perekonomian Airlangga (Foto: Dok Kemenko Perekonomian)

JAKARTA - Target pertumbuhan ekonomi yang disampaikan oleh Presiden Joko Widodo pada tahun 2022, yaitu pada kisaran 5% hingga 5,5%.

Menanggapi hal itu Menko Perekonomian RI Airlangga Hartarto, optimistis target tersebut akan bisa tercapai. Berbagai lembaga ekonomi internasional seperti IMF, Bloomberg, World Bank, ADB, OECD juga memberikan proyeksi pertumbuhan ekonomi Indonesia di tahun depan yang cukup baik.

Mulai dari IMF yang Juli lalu memprediksi ekonomi Indonesia pada tahun 2022 akan mencapai pertumbuhan sekitar 4,9%. Adapun, Bloomberg memprediksi 5,2%, World Bank memprediksi sebesar 5%, ADB juga 5% dan OECD memprediksi 5,1%.

“Secara keseluruhan, perekonomian kita akan bisa bertumbuh di kisaran 5% hingga 5,5%, seperti target Bapak Presiden,” kata Airlangga, dalam Konferensi Pers Nota keuangan dan RAPBN 2022 yang berlangsung virtual, Senin (16/8/20221).

Baca Juga: Menko Airlangga: Pertumbuhan Ekonomi RI Bergantung pada Penanganan Covid-19

Di tahun 2021, pemerintah sendiri mempunyai target pertumbuhan sekitar 3,7 hingga 4,5 persen year-on-year yang akan terus dipertahankan pada akhir tahun ini. Target ini tampak cukup optimistis bisa dicapai.

Apalagi jika melihat peningkatan aktivitas ekonomi Indonesia yang juga tercermin dari peningkatan permintaan KUR.

Target penyaluran KUR dari tahun 2015 sampai dengan 2021 terus meningkat dari Rp30 triliun (2015) menjadi Rp253 triliun (2021).

"Penyaluran KUR pada masa pandemi menurun tajam, dari sebesar Rp18,99 T pada Maret 2020 menjadi hanya sebesar Rp4,76 T pada Mei 2020. Namun, penyaluran KUR pada 2021 meningkat kembali, dengan penyaluran Rp25,47 T pada Maret 2021 dan Rp 6,83 T pada Mei 2021," kata Airlangga.

"Realisasi penyaluran KUR meningkat pada 2020 yakni 31 Desember 2020 sebesar Rp198,53 triliun atau 104,49% dari target 2020 sebesar Rp190 triliun,” tambah Airlangga.

Realisasl KUR Januari 2021 sampai dengan 2 Agustus 2021 sebesar Rp148,08 atau 58 53% dari target tahun 2021 sebesar Rp253 triliun dan diberikan kepada 3 ,99 juta debitur, sehingga total Outstanding KUR sejak Agustus 2015 sebesar Rp272,81 triliun dengan NPL sebesar 1,02%.

“Sektor UMKM ini sangat membantu perekonomian nasional,” tegas Airlangga.

Baca Juga: Menko Airlangga Sebut Ekonomi Kuartal III Akan Lebih Rendah akibat Varian Delta

Namun, pandemi Covid-19 diakui juga meningkatkan angka kemiskinan dari 24,79 juta orang (9,22%) pada September 2019 menjadi 21,55 juta orang (10,19%) pada September 2020, dengan penambahan jumlah orang miskin sebanyak 2,76 juta orang.

"Namun, pada Maret 2021 mulai menurun 0,01 juta orang (0,05%) menjadi 27,54 juta orang (10,14%). Tingkat kemiskinan penduduk perkotaan pada Maret 2021 mencapai 7,89% atau naik sebanyak 0,14 juta orang, sedangkan tingkat kemiskinan penduduk perdesaan mencapai 13,10% atau turun sebanyak 0,14 juta orang,” ungkap Airlangga.

Garis Kemiskinan (GK) pada Maret 2021 naik menjadi Rp472.525 dimana komoditi makanan menyumbang 74% terhadap GK. Komoditas makanan yang menyumbang terbesar, yaitu beras (20%-24%) dan rokok kretek filter (11%-12%).

Di bulan Agustus 2020, angka pengangguran juga meningkat, menjadi 9,7%.

Namun, di Februari sudah menurun di angka 8,75%, baik pengangguran, karena Covid-19, karena angkatan kerja atau bekerja dengan jam kerja yang lebih pendek.

"Artinya, kebijakan pemerintah telah direspons secara baik dan terus diperbaiki,” pungkas Airlangga.

Dalam Anggaran APBN 2022, Airlangga juga menyatakan bahwa pemerintah tetap akan menjaga kesehatan dan keselamatan masyarakat. Dalam anggaran Penanganan Covid-19 dan Pemulihan Ekonomi Nasional, pemerintah sudah mengantisipasi adanya potensi risiko dampak dari pandemi tersebut di Tanah Air.

Untuk kebutuhan kesehatan, pemerintah sudah menganggarkan Rp148,1 triliun dimana telah dialokasikan dalam pagu anggaran sebesar Rp115,9 triliun dan Rp32,2 triliun untuk kebutuhan tambahan.

Untuk perlindungan sosial, total kebutuhan perlindungan masyarakat sebesar Rp153,7 triliun yang juga telah dialokasikan dalam pagu anggaran sebesar itu.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini