Ekspor Sawit RI Turun 30% pada Juni 2021, Ini Penyebabnya

Oktiani Endarwati, Jurnalis · Rabu 18 Agustus 2021 20:12 WIB
https: img.okezone.com content 2021 08 18 320 2457425 ekspor-sawit-ri-turun-30-pada-juni-2021-ini-penyebabnya-NbUHGlzla5.jpg Ekspor Sawit Turun (Foto: Pelindo I)

JAKARTA - Nilai ekspor produk sawit Indonesia pada bulan Juni 2021 turun menjadi USD2,118 miliar. Angka ini lebih rendah USD0,945 miliar atau turun 30,1% dari bulan Mei 2021.

Meski demikian, devisa dari ekspor sawit masih mencapai 11,4% dari total devisa ekspor, yang menunjukkan tetap pentingnya ekspor sawit bagi perolehan devisa negara.

Direktur Eksekutif Gabungan Pengusaha Kelapa Sawit Indonesia (Gapki) Mukti Sardjono mengatakan, turunnya harga merupakan salah faktor penyebab di samping kemungkinan negara pengimpor mengurangi importasi karena masih tersedianya stok minyak nabati.

"Harga rata-rata bulan Juni adalah USD1.054/ton jauh lebih rendah (-15,1%) dari harga bulan Mei yang mencapai USD1.241/ton," ujarnya dalam keterangan tertulis, Rabu (18/8/2021).

Secara volume, ekspor produksi sawit bulan Juni 2021 mencapai 2,026 juta ton atau 926.000 ton (31,4%) lebih rendah dari ekspor bulan Mei 2021. Namun secara tahunan (year on year/yoy) sampai dengan bulan Juni, ekspor minyak sawit 2021 lebih tinggi 1,8% dari tahun 2020.

"Penurunan terjadi pada semua produk kecuali oleokimia. Penurunan ekspor diduga karena pengusaha cenderung bersikap wait and see akibat volatilitas harga yang sangat tinggi," katanya.

Penurunan nominal ekspor terbesar terjadi dengan tujuan EU (-151.000 ton) diikuti dengan tujuan Timur Tengah (-124.000 ton), India (-105.000 ton) dan Pakistan (-108.000 ton). Secara YoY sampai dengan Juni, penurunan ekspor terbesar terjadi untuk tujuan India (-475.000 ton).

Sementara konsumsi dalam negeri pada bulan Juni 2021 mencapai 1,58 juta ton atau 5,8% lebih rendah dari konsumsi bulan Mei. Penurunan terjadi pada penggunaan untuk industri pangan (-4,6%) dan biodiesel (-9,6%), sedangkan untuk oleokimia naik 3,4%. Secara YoY konsumsi dalam negeri tahun 2021 sebesar 19% lebih tinggi dari konsumsi tahun 2020.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini