Surplusnya neraca perdagangan pada bulan Juli 2021 menjadi faktor utama dimana besaran total nilai ekspor sebesar USD 17,70 miliar dan nilai impor sebesar USD 15,11 miliar menjadikan Neraca perdagangan Indonesia alami surplus sebesar USD 2,59 miliar. Nilai surplus ini merupakan yang terbesar sejak 15 bulan terakhir, sehingga surplus neraca perdagangan secara year to date sebesar USD 14.42 miliar. Investor juga akan menanti kebijakan keputusan suku bunga dan prospek arah kebijakan moneter selanjutnya oleh bank Indonesia.
Leader:
BBCA, BBRI, ARTO, TLKM, BRPT
Laggard:
EMTK, DCII, BUKA, HMSP, AMRT
Sementara itu, Bursa Asia berpotensi melemah diperdagangan hari kamis setelah adanya penurunan pada mayoritas indeks saham di Wallstreet yang dipicu oleh risalah the Fed yang mengindikasikan memulai mengurangi stimulus mulai akhir tahun 2021. Sebagian besar pejabat Fed mayoritas setuju untuk bisa mulai memperlambat laju pembelian obligasi akhir tahun ini mengingat kemajuan yang dicapai pada data inflasi dan pekerjaan.
Indeks Kontrak berjangka lebih rendah di Jepang dan Australia tetapi stabil di Hong Kong sedangkan Indeks Kontrak berjangka AS berfluktuasi setelah S&P 500 dan Nasdaq 100 jatuh untuk hari kedua semalam. Dari dalam negeri investor akan hasil keputusan bank Indonesia dan prospek kebijakan moneter kedepan pasca arah the Fed dalam pengurangan stimulus mulai terang. Sehingga secara sentimen IHSG berpotensi tertekan pada perdagangan hari ini.
(Kurniasih Miftakhul Jannah)
Ekonomi Okezone menyajikan berita ekonomi terkini dan terpercaya. Dapatkan wawasan tentang tren pasar, kebijakan ekonomi, dan pergerakan finansial di Indonesia dan dunia.