IHSG Anjlok 2% dan Terlempar dari Level 6.000, Ini Penyebabnya

Dinar Fitra Maghiszha, Jurnalis · Kamis 19 Agustus 2021 20:06 WIB
https: img.okezone.com content 2021 08 19 278 2458107 ihsg-anjlok-2-dan-terlempar-dari-level-6-000-ini-penyebabnya-kXweMDaqR1.jpg Indeks Harga Saham Gabungan melemah hari ini (Foto: Okezone)

JAKARTA - Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) anjlok 125 poin atau 2,06% ke level 5.992,3 pada perdagangan Kamis (19/8/2021). IHSG anjlok di level terendahnya menembus level 5.900 dan meninggalkan level psikologisnya di 6.000.

Dibuka melemah di 6.110,5, indeks bergerak semakin turun, mencoba merangsek naik di level 6.111,0 tetapi gagal dan terus merosot hingga posisi terendahnya di 5.958,0.

Baca Juga: IHSG Anjlok ke 5.992, Saham BBCA hingga TLKM Diborong Investor Asing

Secara kumulatif, indeks semakin masuk ke jurang kegelapan yakni -1,58% sepekan terakhir dan sebulan -0,42%. Beberapa indeks domestik lainnya turut bergerak menurun seperti: MNC36 (-2,11%), JII (-2,32%), dan LQ45 (-2,21%).

Senior Research Analyst Infovesta Utama, Praska Putranto mengungkapkan bahwa jatuhnya bursa hari ini dipengaruhi oleh penutupan saham Amerika dan Asia yang tertekan lantaran menunggu jadwal tapering off Federal Reserve (The Fed).

Baca Juga: IHSG Anjlok 2%, 407 Saham Kebakaran

"Kalau saat ini pegerakan saham bursa ini mengikuti dari penutupan saham Amerika semalam dan bursa Asia yg cukup tertekan rata-rata di atas 1% dan bursa kita hari ini jatuhnya cukup lumayan dibawah 6000," tutur Praska dalam Session Closing, Kamis (19/8/2021).

Praska menilai masalah tapering off menjadi isu utama dalam pergerakan sejumlah bursa kawasan.

"Memang saya perhatikan masalah tapering off menjadi konsen utama di tengah laju dari ekonomi AS yang terus menunjukkan perbaikan ... artinya memang dari hasil meeting teh fed semalam tapering akan dipercepat di akhir tahun ini dan dapat menjadi katalis di mana bursa Asia termasuk Indonesia mengalami tekanan cukup dala," terangnya.

Menurutnya tapering off bisa tertunda apabila angka varian delta Covid-19 di AS semakin meningkat.

"Sinyal tapering off ini bisa berpotensi tertunda jika kasus Covid-19 saat ini bisa meningkat di atas 140 ribu per hari, karena penyebaran vairan delta ini jiika menggangu ekonomi tentu saja tapering off yang masih 5 bulan lagi ini bisa dimundurkan lagi tidak jadi di akhir tahun ini," tutupnya.

Di tengah melemahnya saham-saham bigcaps, secara akumulatof investor asing masih mencatatkan pembelian bersih sebanyak Rp339,47 miliar di pasar reguler dan profit taking di pasar negosiasi-tunai mencapai Rp28,52 miliar.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini