Pengetahuan Keuangan Pelaku UMKM Masih Rendah

Tim Okezone, Jurnalis · Kamis 19 Agustus 2021 17:19 WIB
https: img.okezone.com content 2021 08 19 320 2458010 pengetahuan-keuangan-pelaku-umkm-masih-rendah-i3b2WtY87y.jpg Literasi keuangan pelaku UMKM masih rendah (Foto: Okezone)

JAKARTA - Pelaku usaha Mikro Kecil Menengah (UMKM) menghadapi sejumlah tantangan karena masih rendahnya literasi keuangan. Tantangan ini diperberat dengan situasi pandemi yang turut memicu turunnya permintaan terhadap produk barang dan jasa, mengakibatkan penurunan penjualan, hingga berdampak pada menurunnya pendapatan UMKM.

Berdasarkan hasil survei yang dirilis Bank Indonesia pada Maret 2021, dari 2.970 UMKM, terdapat 2.600 UMKM yang terdampak pandemi Covid-19 atau sejumlah 87,5% dari total responden. Adapun dari jumlah UMKM yang terdampak, sekitar 93,2% di antaranya berdampak negatif di sisi penjualan. Hanya 12,5% atau 370 UMKM yang tidak terdampak karena mampu beradaptasi selama pandemi.

Baca Juga: Ketiban Rezeki, UMKM Kebanjiran Pesenan Usai Jokowi Pakai Baju Adat Badui

“Landasan awal dilakukannya pengetahuan atau literasi dan inklusi keuangan ini guna membantu pelaku UMKM di tengah pandemi Covid-19. Inisiatif ini merupakan perjalanan awal antara Bank Aladin Syariah dengan Facebook yang akan terus berlanjut,” ujar Direktur Operasional Bank Aladin Syariah Basuki Hidayat, Kamis (19/8/2021).

Hal ini, lanjut Basuki, sejalan dengan visi dari Bank Aladin sebagai Bank Syariah Masa Depan, yang terus berupaya untuk melakukan inovasi di dalam memberikan layanan jasa perbankan digital untuk Indonesia, termasuk dalam inisiatif ini yang dapat meningkatkan inklusi keuangan di Indonesia.

Baca Juga: Jokowi: Peningkatan Kelas Pengusaha UMKM Jadi Agenda Utama

“Akses layanan perbankan adalah hal yang sangat penting untuk para UMKM dapat berkembang terutama dalam memberi kenyamanan transaksi, khususnya dalam pembayaran serta akses kepada modal usaha,” lanjut Basuki.

Sementara Country Director Facebook di Indonesia, Pieter Lydian Sutiono menyampaikan bahwa selama pandemi Covid-19 melanda dunia, banyak sekali pelaku UMKM yang mengalihkan usaha mereka ke ranah daring agar usaha mereka dapat tetap berjalan.

“Kami terinspirasi dengan semangat pelaku UMKM untuk terus bertahan dan bertumbuh. Karena itu kami mendukung acara yang diselenggarakan oleh Bank Aladin hari ini agar semakin banyak pelaku UMKM di Indonesia dapat meningkatkan kemampuan digital mereka,” ujar Peter.

Dengan peningkatan inklusi keuangan serta kemampuan digital, pelaku UMKM akan mendapatkan manfaat maksimal dari penggunaan teknologi digital, khususnya di Facebook, Instagram, dan WhatsApp, untuk pertumbuhan bisnis mereka. “Tentunya inisiatif ini (Bank Aladin dan Facebook) akan berjalan secara berkesinambungan,” tambah Pieter.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini