Share

Direksi BUMN Pangan Temui Menteri KKP, Bahas Apa?

Suparjo Ramalan, Jurnalis · Jum'at 20 Agustus 2021 19:48 WIB
https: img.okezone.com content 2021 08 20 320 2458665 direksi-bumn-pangan-temui-menteri-kkp-bahas-apa-na4OxR1jmJ.jpg Menteri KKP Sakti Wahyu Trenggono menemui direksi BUMN pangan (Foto: Dokumentasi KKP)

JAKARTA - Pembentukan Holding BUMN Pangan terus dimatangkan. Hari ini sejumlah manajemen BUMN Pangan pun menyambangi Menteri Kelautan dan Perikanan (KKP), Sakti Wahyu Trenggono.

Adapun manajemen perseroan pelat merah yang hadir dalam pertemuan tersebut diantaranya direksi PT Rajawali Nusantara Indonesia (Persero) atau RNI, PT Perikanan Indonesia (Persero), dan PT Perikanan Nusantara (Persero).

Baca Juga: Bukan Cuma Menggali, Holding BUMN Pertambangan Buka Lowongan Kerja

Dalam kesempatan itu, Trenggono meminta, perseroan menyediakan sistem infrastruktur dan sarana bagi nelayan. Dukungan tersebut guna meningkat pendapatan mereka.

Arahan tersebut untuk memastikan hadirnya BUMN Perikanan untuk mendorong para nelayan untuk naik kelas. Trenggono juga meminta manajemen terus menggenjot kinerjanya agar bisa menguasai pasar global.

Baca Juga: Holding BUMN Ultra Mikro Bidik 44 Juta Pengusaha Kecil

“Kembangkan sayap untuk menguasai pasar dunia dengan produk-produk spesifik dengan nilai ekonomi tinggi agar pendapatan negara bisa meningkat.” ujar Trenggono, Jumat (20/8/2021).

Sementara, Direktur Utama RNI, Arief Prasetyo Adi, menyampaikan pemaparan mengenai profil Holding BUMN Pangan yang terdiri atas RNI sebagai Induk dan 8 anggota dari berbagai sektor seperti Padi dan hortikultura, peternakan, perikanan, garam, trading dan logistik.

Arief juga menyebut, setelah pemerseroan Perikanan Indonesia, tahap selanjutnya adalah merger 6 BUMN Pangan diantaranya Perikanan Indonesia dengan Perikanan Nusantara, penggabungan Perusahaan Perdagangan Indonesia dengan BGR Logistics, penggabungan Sang Hyang Seri dengan Pertani.

Dia meyakini, penggabungan BUMN Perikanan dapat meningkatkan pengadaan pakan ikan dengan kualitas terbaik. Bahkan, mampu mengelola lini bisnis di kepelabuhanan perikanan yang dapat berperan sebagai operator logistik.

"Ini meliputi pengadaan ikan, penyimpanan ikan hasil tangkapan nelayan, pengangkutan, pendistribusian hasil perikanan, serta pengelolaan sentra kelautan dan perikanan terpadu," tutur dia.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini