Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement

5 Fakta Nota Keuangan, Simak Asumsi Makro hingga Target Belanja Negara di 2022

Tim Okezone , Jurnalis-Sabtu, 21 Agustus 2021 |05:43 WIB
5 Fakta Nota Keuangan, Simak Asumsi Makro hingga Target Belanja Negara di 2022
Uang Rupiah (Foto: Okezone)
A
A
A

JAKARTA - Presiden Joko Widodo (Jokowi) membacakan pidato Nota Keuangan APBN 2022. Dalam struktur APBN 2022, belanja negara direncanakan sebesar Rp2.708,7 triliun.

"Belanja negara terdiri dari belanja Pemerintah Pusat sebesar Rp1.938,3 triliun serta Transfer ke Daerah dan Dana Desa sebesar Rp770,4 triliun," kata Jokowi dalam Penyampaian RUU APBN 2022 disertai Nota Keuangan dan Dokumen Pendukungnya, Jakarta.

Berikut Fakta Nota Keuangan APBN 2022 yang telah dirangkum, Okezone, Sabtu (21/8/2021):

Baca Juga: Anggaran Perlindungan Sosial Rp427 Triliun, BLT Ada Lagi di Tahun Depan?

1. Ini Rincian Anggaran Kesehatan

Presiden merinci, anggaran kesehatan direncanakan sebesar Rp255,3 triliun, atau 9,4% dari belanja negara. Anggaran tersebut akan diarahkan untuk melanjutkan penanganan pandemi, reformasi sistem kesehatan, percepatan penurunan stunting, serta kesinambungan program JKN.

Kemudian anggaran perlindungan sosial dialokasikan sebesar Rp427,5 triliun untuk membantu masyarakat miskin dan rentan memenuhi kebutuhan dasarnya, dan dalam jangka panjang diharapkan akan mampu memotong rantai kemiskinan.

Baca Juga: Pemerintah Siapkan Anggaran Belanja Rp2.708 Triliun dalam RAPBN 2022, Buat Apa Saja?

"Untuk peningkatan produktivitas dan kualitas SDM, disiapkan anggaran pendidikan sebesar Rp541,7 triliun. Pembangunan SDM tetap menjadi agenda prioritas kita. Indonesia harus bisa memanfaatkan bonus demografi dan siap menghadapi disrupsi teknologi," kata Jokowi.

2. Infrastruktur Dianggarkan Rp384,8 Triliun

Adapun pembangunan infrastruktur dianggarkan Rp384,8 triliun. Pembangunan infrastruktur diarahkan untuk mendukung penguatan penyediaan pelayanan dasar; mendukung peningkatan produktivitas melalui infrastruktur konektivitas.

Dan mobilitas; menyediakan infrastruktur energi dan pangan yang terjangkau, andal, dan memperhatikan aspek lingkungan; serta pemerataan infrastruktur dan akses Teknologi Informasi dan Komunikasi.

3. Dana Desa Sebesar Rp770,4 triliun

Pada tahun 2022, anggaran transfer ke daerah dan dana desa direncanakan sebesar Rp770,4 triliun. Jokowi menjelaskan, berbagai kebijakan belanja negara secara keseluruhan diharapkan dapat mendorong tercapainya sasaran pembangunan pada tahun 2022.

"Antara lain tingkat pengangguran terbuka 5,5-6,3%. Tingkat kemiskinan di kisaran 8,5-9,0%, dengan penekanan pada penurunan kemiskinan ekstrem. Tingkat ketimpangan, rasio gini di kisaran 0,376-0,378, serta indeks pembangunan manusia di kisaran 73,41-73,46," tukasnya.

4. Pertumbuhan Ekonomi RI Capai 5,5%

Pertumbuhan ekonomi Indonesia dalam RAPBN 2022 diproyeksi tumbuh 5% hingga 5,5%. Asumsi ekononi makro 2022 ini berpijak pada kebijakan reformasi struktural serta memperhitungkan dinamika pandemi Covid-19 di Indonesia. 

"Kita akan berusaha maksimal mencapai target pertumbuhan di batas atas, yaitu 5,5%. Namun, harus tetap waspada, karena perkembangan Covid-19 masih sangat dinamis. Kita akan menggunakan seluruh sumber daya, analisis ilmiah, dan pandangan ahli untuk terus mengendalikan Pandemi Covid-19," ujar Presiden Jokowi dalam Penyampaian RUU APBN 2022 disertai Nota Keuangan dan Dokumen Pendukungnya, Jakarta.

Menurut Jokowi, tingkat pertumbuhan ekonomi ini juga menggambarkan proyeksi pemulihan yang cukup kuat, didukung oleh pertumbuhan investasi dan ekspor sebagai dampak pelaksanaan reformasi struktural.

5. Nilai Tukar Rupiah dan Inflasi di 2022

Namun, katanya, kewaspadaan tetap diperlukan mengingat ketidakpastian global dan domestik dapat menyumbang risiko bagi pertumbuhan ekonomi ke depan.

Sementara itu, untuk laju inflasi akan tetap terjaga pada tingkat 3%, menggambarkan kenaikan sisi permintaan, baik karena pemulihan ekonomi maupun perbaikan daya beli masyarakat. Rupiah diperkirakan bergerak pada kisaran Rp14.350 per USD dan suku bunga Surat Utang Negara 10 tahun diperkirakan sekitar 6,82%, mencerminkan fundamental ekonomi Indonesia dan pengaruh dinamika global.

(Kurniasih Miftakhul Jannah)

Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Berita Terkait
Telusuri berita finance lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement