Menko Luhut: Investor Asing Lihat RI Tempat Investasi yang Baik

Iqbal Dwi Purnama, Jurnalis · Selasa 24 Agustus 2021 19:11 WIB
https: img.okezone.com content 2021 08 24 320 2460518 menko-luhut-investor-asing-lihat-ri-tempat-investasi-yang-baik-g1UcMiMKUZ.jpg Menko Luhut Sebut Investor Asing Nilai Indonesia sebaga Tempat Investasi yang Baik. (Foto: Okezone.com/Kemenko Marves)

JAKARTA - Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman dan Investasi Luhut Binsar Pandjaitan mengatakan realisasi investasi di Indonesia mengalami peningkatan hingga 18%.

Menurutnya, kenaikan investasi jangan sampai rusak akibat pertambahan kasus positiv Covid-19 karena lalainya perusahaan menerapkan protokol kesehatan yang kurang ketat.

Baca Juga: Stafsus Sri Mulyani Klaim Krisis Pandemi Tak Halangi Investasi di RI

"Realisasi investasi asing juga meningkat masih 18% dan sampai saat ini masih berjalan. Jadi artinya mereka masih melihat sebagai tempat investasi yang baik," ujarnya dalam sambutannya pada Rakerkornas Apindo 2021 secara virtual pada Selasa (24/8/2021).

Selain itu, Luhut menyebut iklim investasi domestik juga tumbuh 13% secara tahunan. Hingga Juni 2021 totalnya mencapai Rp106 triliun rupiah yang memberikan optimisme pada negara.

Baca Juga: Bisnis Olahraga di Indonesia Semakin Menjanjikan, Ini Buktinya

"Realisasi investasi domestik juga tumbuh tinggi, ini melahirkan optimisme kita, jadi jangan sampai ini rusak gara-gara nanti naik lagi covid, jadi Apindo punya peran penting dalam hal ini," sambungnya.

Luhut meminta kepada teman-teman pengusaha untuk disiplin protokol Kesehatan untuk membantu pemerintah hadapi pandemi. Karena kalau tidak, Luhut mengancam untuk menutup industri industri yang tak taat.

"Karena kalau kita tidak disiplin ya kita juga semua jadi korbannya, karena pasti kita tutup lagi, jadi saya minta tolong untuk teman-teman semua untuk jangan bermain-main disini (protocol Kesehatan)," tegasnya.

Seiring dengan penurunan kasus, Luhut melihat terjadinya peningkatan ekonomi seperti dalam kondisi normal.

"Kalau itu bisa terjadi saya kira kita tidak akan terjadi outbreak secondwave atau third wave, tidak akan terjadi, jangan bilang (pandemi) ini hanya urusan pemerintah, tapi ini urusan ramai-ramai, tidak boleh ada yang mengklaim bahwa dirinya paling hebat disini," tuturnya.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini