Kadin-BKPM Kerja Sama Perbanyak Lapangan Kerja

Feby Novalius, Jurnalis · Jum'at 27 Agustus 2021 14:39 WIB
https: img.okezone.com content 2021 08 27 320 2462124 kadin-bkpm-kerja-sama-perbanyak-lapangan-kerja-MUSxJKLI1k.jpg Kadin-BKPM Kerjasama Perluas Lapangan Kerja Baru. (Foto; Okezone.com)

JAKARTA - Kamar Dagang dan Industri (Kadin) Indonesia dan Kementerian Investasi/Badan Koordinasi Penanaman Modal (BKPM) bekerjasama pada bidang penanaman modal. Nota kesepahaman (MoU) tersebut ditandatangani Ketua Umum Kadin Indonesia, Arsjad Rasjid dan Menteri Investasi/Kepala BKPM, Bahlil Lahadalia, hari ini.

Arsjad Rasjid mengatakan, kerjasama dengan BKPKM bertujuan meningkatkan penanaman modal di Indonesia. Menurutnya, meningkatnya penanaman modal akan memperluas lapangan kerja, yang akan berdampak pada penurunan angka kemiskinan.

MoU tersebut, lanjutnya, selaras dengan Undang-Undang, yang mengamanatkan Kadin sebagai kemitraan pemerintah.

Baca Juga: Bocoran dari Orang Dalam! Jangan Buru-Buru Daftar Kartu Prakerja Gelombang 19

“Harapannya nota kesepahaman ini dapat mengakselerasi banyak hal yang dapat meningkatkan penanaman modal, memperluas lapangan kerja, yang akhirnya menumbuhkan perekonomian nasional, dan akhirnya mengurangi kemiskinan di Indonesia,” ujarnya, dalam keterangan tertulisnya, Jumat (27/8/2021).

Menurut Arsjad, nota kesepahaman ini merupakan lanjutan serta penyempurnaan dari nota kesepahaman antara BKPM dan Kadin Indonesia yang terjalin sejak tahun 2016 yang lalu. Dia berharap, nota kesepahaman tersebut telah mencakup banyak hal yang diperlukan bagi sinergi dan kolaborasi antara Kementerian Investasi/BKPM dengan Kadin Indonesia.

Baca Juga: Serap Banyak Pekerja, Erick Thohir Target Nasabah Mekaar hingga 20 Juta Orang

“Ini adalah adendum ataupun lebih lanjut bagaimana program kerjasama antara Kadin Indonesia dan BKPM yang sekarang Kementerian Investasi/BKPM bisa berlanjut dan lebih mengarah,” ujarnya.

Adapun MoU tersebut mencakup beberapa hal, di antaranya pertukaran data dan informasi terkait berbagai peluang investasi, baik di pusat terutama di daerah, penyelenggaran promosi bersama (joint promotion), baik yang sifatnya offline maupun online. Fasilitasi dari Kementerian Investasi bagi calon investor baik dari luar maupun dalam negeri, terkait kebutuhan konsultasi, pendampingan mendapatkan perizinan dan pendampingan penyelesaian berbagai isu serta terkait dengan online single submission (OSS) berbasis risiko. Termasuk dalam hal monitoring dan evaluasinya.

Selanjutnya terkait fasilitasi peluang-peluang investasi dari dalam ke luar negeri, dan Fasilitasi kerjasama antara investor dari luar dengan investor dalam negeri serta pelaku usaha lokal, dalam berbagai bentuk seperti seminar, pameran, forum bisnis, kunjugan bisnis dan sejenisnya.

“Selain itu, dalam MOU ini juga kita sepakat untuk adanya kerjasama dalam hal perencanaan yakni misalnya penentuan prioritas, apakah itu sektor industri atau pun wilayah,” ungkap Arsjad.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini