Jokowi Bentuk Badan Pangan Nasional, Bulog Gimana?

Suparjo Ramalan, Jurnalis · Senin 30 Agustus 2021 14:27 WIB
https: img.okezone.com content 2021 08 30 320 2463323 jokowi-bentuk-badan-pangan-nasional-bulog-gimana-C6T7bA9UTC.jpg Presiden Jokowi Membentuk Badan Pangan Nasional. (Foto: Okezone.com/Bulog)

JAKARTA - Presiden Joko Widodo (Jokowi) membentuk satu badan baru di bidang pertanian dengan sebutan Badan Pangan Nasional (BPN). Pendirian institusi tersebut ditandai dengan penerbitan Peraturan Presiden (Perpres) Nomor 66 tahun 2021 tentang Badan Pangan Nasional sejak 29 Juli 2021 lalu.

Dalam posisi tersebut, Perum Bulog sebagai perusahaan pelat merah di sektor pangan akan bertindak sebagai eksekutor, di mana ada sejumlah penugasan yang nantinya diberikan BPN kepada Bulog.

Baca Juga: Ekonomi Indonesia Bisa Merdeka dengan Maksimalkan Potensi Pertanian

Direktur Utama Perum Bulog Budi Waseso mengatakan, penugasan yang dimaksud di antaranya pertama, pengelolaan cadangan pangan pemerintah, stabilitas ketersediaan pasokan, dan harga pangan.

Kedua, untuk peanekaragaman konsumsi pangan dan keamanan pangan. Ketiga, penugasan untuk pengembangan sistem informasi pangan terpadu dan integrasi dari hulu ke hilir sebagai alat monitoring dan dasar kebijakan pengambilan keputusan terkait pengolahan pangan.

"Sebagai pelaksanaan kebijakan pangan, Bulog telah siap menerima penugasan dari BPN," ujar Buwas dalam rapat dengar pendapat bersama Komisi IV DPR, Senin (30/8/2021).

Baca Juga: Tenang! 270 Juta Masyarakat RI Tak Akan Kelaparan

Secara garis besar kebijakan pangan akan disusun oleh BPN dan dilaksanakan oleh Perum Bulog. Dimana, dalam Perpres Nomor 66 Tahun 2021 terdapat 9 jenis pangan yang dikelolah oleh BPN yaitu, beras, jagung, kedelai, gula konsumsi, bawang, telur unggas, daging ruminansia, daging unggas, dan cabai.

Dalam hal kebijakan pangan yang dilakukan BPN, terdapat tiga peraturan yang menjadi payung hukumnya yaitu Undang-Undang Nomor 18 tahun 2012 tentang pangan, Perpres 48 tahun 2016 tentang Penugasan Kepada Perum Bulog, dan Perpres nomor 66 tahun 2021 tentang BPN. Ketiga beleid itu saling berkaitan sebagai dasar pelaksanaan kebijakan pangan nasional.

Secara organisasi, BPN terbagi atas 3 kedeputian, satu sekretaris utama dan dibantu unsur pengawas selain Kepala BPN. Kedeputian pertama Deputi Bidang Ketersediaan dan Stabilisasi Pangan yang bertugas sebagai koordinasi, perumusan kebijakan, pengendalian ketersediaan pangan hingga stabilisasi harga pangan di bidang produsen dan konsumen;

Kemudian, Deputi Bidang Kerawanan Pangan dan Gizi yang bertugas perumus kerawanan pangan dan gizi, mengendalikan kerawanan pangan, pengendalian pengelolaan bantuan pangan, hingga pengawas pemenuhan persyaratan gizi pangan dan penyusun hingga pemantau bidang kerawanan pangan dan gizi.

Ketiga adalah Deputi Bidang Penganekaragaman Konsumsi dan Keamanan Pangan. Deputi ini bertugas menyelenggarakan koordinasi, perumusan, penetapan, dan pelaksanaan kebijakan di bidang penganekaragaman konsumsi pangan dan pengawasan penerapan standar keamanan pangan yang beredar.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini