WIKA Gedung Cetak Laba Rp101,2 Miliar di Semester I-2021

Agregasi Harian Neraca, Jurnalis · Rabu 01 September 2021 13:36 WIB
https: img.okezone.com content 2021 09 01 278 2464446 wika-gedung-cetak-laba-rp101-2-miliar-di-semester-i-2021-yTBO4bEEu8.jpg WIKA Gedung Cetak Laba (Foto: Okezone.com)

JAKARTA – Anak usaha dari PT Wijaya Karya (Persero) Tbk yakni PT Wijaya Karya Bangunan Gedung Tbk (WEGE) atau Wika Gedung mencatatkan laba bersih konsolidasian Wika Gedung hingga semester I-2021 mencapai Rp101,22 miliar, naik 4,66% (yoy) dibanding periode sama tahun lalu Rp 96,72 miliar.

Kinerja per 30 Juni 2021 (unaudited) itu didorong naiknya pendapatan lainnya sebesar Rp 53,99 miliar dan bagian laba ventura bersama Rp 31,02 miliar, serta penurunan beban pokok penjualan.

Adapun kas dan setara kas per 30 Juni 2021 mencapai Rp 791,51 miliar, total aset Rp 5,74 triliun, dan total ekuitas Rp 2,27 triliun atau meningkat 6,46% (yoy), dengan kinerja net profit margin 7,47%, meningkat secara yoy dari Juni 2020 sebesar 5,65%.

Baca Juga: Pengelola KFC Masih Rugi Rp76,9 Miliar di Semester I-2021

Dari pencapaian tersebut, perseroan juga memiliki tingkat likuiditas yang sehat, ditunjukkan oleh current ratio sebesar 1,56 kali, gearing ratio sebesar 0,34 kali, dengan DER 1,52 kali. Pencapaian atas kinerja keuangan tersebut mencerminkan fundamental perseroan yang sehat dan terus tumbuh dari pencapaian segmen bisnis dan implementasi strategi perusahaan.

Direktur Utama Wika Gedung, Nariman Prasetyo menyampaikan, pandemi Covid-19 menyebabkan perlambatan di hampir seluruh sektor usaha di Indonesia, termasuk di bisnis konstruksi gedung, namun bisnis perseroan saat ini tetap berjalan, karena perseroan fokus pada pengerjaan proyek-proyek carry over yang telah diperoleh pada tahun sebelumnya.

Baca Juga: Hore! Ada 'Bansos' di Pasar Modal, BEI Potong Biaya Pencatatan Saham 50% hingga 30 Desember

“Kami optimistis di semester II-2021, tender-tender proyek baik dari pemerintah, BUMN, dan swasta akan kembali optimal sehingga target kontrak baru 2021 dapat tercapai, dengan implementasi langkah-langkah strategis baik dari sisi pengembangan usaha, pemasaran, operasional, dan keuangan,” ujar dia, Rabu (1/9/2021).

Perlu diketahui, kontrak baru yang diperoleh perseroan hingga Juli 2021 mencapai 1,27 triliun atau 29,02 % dari target kontrak baru tahun 2021 sebesar Rp 4,22 triliun. Komposisi perolehan kontrak tersebut terdiri atas pemerintah 57%, BUMN 19 % dan swasta 24%. Tahun ini, perseroan menargetkan order book pada 2021 sebesar Rp 15,52 triliun, naik 7,02% dari realisasi recana kerja dan anggaran perusahaan (RKAP) 2020 sebesar Rp 14,50 triliun.

Target order book mencakup target kontrak baru Rp 4,22 triliun dan kontrak limpahan (carry over) Rp 11,30 triliun. Kontrak baru 2021 ditargetkan Rp 4,22 triliun, melonjak 39,06% dari realisasi kontrak baru 2020 sebesar Rp 3,04 triliun.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini