Wall Street Menguat, Saham Energi Melesat

Feby Novalius, Jurnalis · Jum'at 03 September 2021 07:01 WIB
https: img.okezone.com content 2021 09 03 278 2465400 wall-street-menguat-saham-energi-melesat-tVHqADthIU.jpg wall Street Menguat. (Foto: Okezone.com/Reuters)

NEW YORK - Bursa saham AS, Wall Street ditutup menguat pada akhir perdagangan Kamis waktu setempat. Ketiga indeks utama menguat dan dua di antaranya, S&P 500 dan Nasdaq menambah rekor penutupan.

Sementara itu, Dow Jones membukukan kenaikan moderat, karena harga komoditas lebih tinggi membantu perusahaan energi untuk pulih. Dow Jones Industrial Average naik 131,29 poin atau 0,37% menjadi 35.443,82.

Baca Juga: Saham Apple hingga Facebook Dorong Nasdaq ke Level Rekor Tertinggi

S&P 500 (.SPX) naik 12,86 poin, atau 0,28%, menjadi 4.536,95. Nasdaq Composite (.IXIC) bertambah 21,80 poin, atau 0,14%, menjadi 15.331.18.

Sektor energi (SPNY) naik 2,5% atau membalikkan sebagian besar kerugian yang diderita selama tiga hari perdagangan. Kinerja saham energi pada Kamis didorong kenaikan harga minyak mentah AS hingga 2% karena penurunan tajam dalam persediaan AS dan dolar yang lebih lemah.

Baca Juga: Wall Street Lesu pada Akhir Perdagangan Agustus 2021

Cabot Oil & Gas Corp (COG.N) dan Occidental Petroleum Corp (OXY.N) menjadi perusahaan dengan kenaikan saham terbesar, masing-masing naik 6,7% dan 6%. Perusahaan minyak Exxon Mobil (XOM.N) dan Chevron Corp (CVX.N) juga menguat 2%.

Sedangkan saham pada indeks teknologi (.SPLRCT) tergelincir ke wilayah negatif, karena beberapa perusahaan industri terbesar melihat momentum kenaikan baru-baru ini terhenti. Amazon.com Inc, Microsoft Corp Facebook Inc dan pemilik Google Alphabet Inc semuanya turun antara 0,2% dan 1,8%.

Pengecualian untuk Netflix Inc yang naik 1,1% menjadi ditutup pada level tertinggi sepanjang masa. Demikian dilansir dari Reuters, Jumat (3/9/2021).

Secara keseluruhan, saham AS secara teratur mencapai rekor tertinggi selama beberapa minggu terakhir karena musim pendapatan perusahaan yang solid dan harapan dukungan bank sentral yang berkelanjutan menopang kepercayaan.

Data jumlah orang Amerika yang mengajukan klaim baru untuk tunjangan pengangguran turun minggu lalu, meskipun fokus akan berada pada laporan pekerjaan bulanan Departemen Tenaga Kerja.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini