Saham Apple hingga Facebook Dorong Nasdaq ke Level Rekor Tertinggi

Feby Novalius, Jurnalis · Kamis 02 September 2021 07:02 WIB
https: img.okezone.com content 2021 09 02 278 2464804 saham-apple-hingga-facebook-dorong-nasdaq-ke-level-rekor-tertinggi-wnMKpHDA72.jpg wall Street Bervariasi. (Foto: Okezone.com/Reuters)

JAKARTA - Bursa saham Amerika Serikat (AS), Wall Street berakhir beragam pada awal perdagangan September. Namun untuk indeks Nasdaq, menutup perdagangan Rabu dengan rekor tertinggi karena pembelian saham teknologi dan data penggajian.

Nasdaq Composite bertambah 50,15 poin atau 0,33% menjadi 15.309,38. Sedangkan Dow Jones Industrial Average turun 48,2 poin atau 0,14% menjadi 35.312,53.

Sementara itu, S&P 500 menguat 1,41 poin atau 0,03% menjadi 4.524,09. S&P 500 naik, tetapi belum sampai pada level puncak terbarunya.

Baca Juga: Wall Street Lesu pada Akhir Perdagangan Agustus 2021

Saham teknologi cenderung mendapat keuntungan. Apple Inc naik 0,4% ke penutupan tertinggi dan Facebook Inc, Amazon.com Inc serta Google Alphabet Inc, masing-masing saham naik antara 0,2% dan 0,7%.

“Mengingat akan ada beberapa hambatan dalam pemulihan ekonomi karena Covid, orang mencari di mana mereka dapat menemukan potensi pertumbuhan terbaik di masa depan,” kata Co-chief Investment Officer RMB Capital, Chris Graff, dilansir dari Reuters, Kamis (2/9/2021).

Sebuah laporanADP yang diterbitkan menjelang laporan ketenagakerjaan Pemerintah AS menunjukan data yang lebih komprehensif. Di mana perusahaan swasta mempekerjakan pekerja jauh lebih sedikit daripada yang diharapkan selama Agustus.

Baca Juga: Saham Apple hingga Microsoft Melesat, Indeks S&P dan Nasdaq Cetak Rekor

Kumpulan data lain juga menunjukkan aktivitas manufaktur AS secara tak terduga meningkat pada Agustus di tengah pertumbuhan pesanan yang kuat, tetapi ukuran pekerjaan pabrik turun ke level terendah sembilan bulan.

“Kami mendapat laporan pekerjaan pada hari Jumat, tetapi yang menjadi lebih penting adalah laporan lowongan pekerjaan minggu depan dan rilis CPI setelah itu, jadi banyak tentang pekerjaan dan inflasi dalam beberapa minggu ke depan yang akan mengatur ulang ekspektasi orang untuk pengurangan. dan suku bunga,” tambah Graff.

Sementara itu, indeks energi pada perdagangan Rabu anjlok hingga 1,5%. Hal ini dipengaruhi harga minyak mentah yang bergerak datar setelah OPEC dan sekutunya setuju untuk pada kebijakan kenaikan produksi bertahap.

Selain itu, dipengaruhi juga oleh tingkat kerusakan infrastruktur energi AS dari Badai Ida masih dalam tahap pengembangan. Lebih dari 80% produksi minyak dan gas di Teluk Meksiko tetap offline.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini