Harga CPO dan Kakao Naik, Kemendag Tetapkan Tarif Bea Keluar

Advenia Elisabeth, Jurnalis · Jum'at 03 September 2021 07:40 WIB
https: img.okezone.com content 2021 09 03 320 2465440 harga-cpo-dan-kakao-naik-kemendag-tetapkan-tarif-bea-keluar-LsEnLFGLaZ.jpg Kemendag Tetapkan Harga CPO. (Foto: Okezone.com/Reuters)

JAKARTA – Kementerian Perdagangan (Kemendag) merilis penetapan Harga Patokan Ekspor (HPE) terbaru untuk komoditas Crude Palm Oil (CPO) atau minyak kelapa sawit mentah dan biji kakao pada periode September 2021.

Plt Direktur Jenderal Perdagangan Luar Negeri Indrasari Wisnu Wardhana mengatakan, harga referensi komoditas CPO untuk penetapan bea keluar (BK) periode September 2021 adalah USD1.185,26/MT.

“Harga referensi tersebut meningkat USD136,64 atau 13,03 persen dari periode Agustus 2021, yaitu sebesar USD 1.048,62/MT,” ujarnya dalam keterangan resmi, Jumat (3/9/2021).

Baca Juga: Sri Mulyani Resmi Berlakukan Pungutan Ekspor Progresif CPO, Ini Rinciannya

Lebih lanjut, saat ini harga referensi CPO kembali mengalami peningkatan setelah bulan lalu menurun. Kata Indra, harga referensi periode September masih jauh melampaui threshold USD 750/MT. Pemerintah mengenakan BK CPO sebesar USD 166/MT untuk periode September 2021.

Kemudian ia menjelaskan BK CPO untuk September 2021 merujuk pada Kolom 10 Lampiran I Huruf C Peraturan Menteri Keuangan No. 166/PMK.010/2020 sebesar USD 166/MT. Nilai tersebut berubah dari BK CPO untuk periode Agustus 2021, yaitu sebesar USD 93/MT.

Baca Juga: Tak Terpengaruh Kemarau, Produksi CPO Diprediksi 55,69 Juta Ton di 2021

Sementara itu, harga referensi biji kakao pada September 2021 sebesar USD 2.451,05/MT meningkat 4,27 persen atau USD 100,39 dari bulan sebelumnya, yaitu sebesar USD 2.350,66/MT.

“Hal ini berdampak pada peningkatan HPE biji kakao pada September 2021 menjadi USD 2.165/MT, meningkat sebesar 4,74 persen atau USD 98 dari periode sebelumnya, yaitu sebesar USD 2.06

Adapun penetapan ini tercantum dalam Peraturan Menteri Perdagangan Nomor 51 Tahun 2021 tentang Penetapan Harga Patokan Ekspor (HPE) atas Produk Pertanian dan Kehutanan yang Dikenakan Bea Keluar.

Di samping itu, ia pun menuturkan bahwa peningkatan harga referensi CPO dipengaruhi oleh meningkatnya konsumsi CPO namun produksi CPO global mengalami penurunan akibat pandemi COVID-19. Sementara itu, peningkatan harga referensi dan HPE biji kakao sejalan dengan naiknya permintaan kakao dunia.

“Peningkatan ini tidak berdampak pada BK biji kakao, yaitu tetap 5%. Hal tersebut tercantum pada Kolom 2 Lampiran I Huruf B Peraturan Menteri Keuangan No. 166/PMK.010/2020,” jelasnya.

Indra menambahkan untuk HPE produk kulit dan kayu tidak mengalami perubahan dari bulan sebelumnya. Begitu pula untuk BK komoditas produk kayu dan produk kulit.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini